Wednesday, October 16, 2013

Psychiatrist

Bismillahirrahmanirrahim

Dulu waktu SMP kalau nggak salah pernah menulis pengen jadi apa. Fotografer dan psikolog. Sempat juga pengen jadi penulis. Tapi pada intinya, sesuatu yang kusukai masih sama.

Suatu kali di Perpustakaan RS, di sebelah ruang dokter anak, penjaganya berkata, "Mbak ini kayaknya cocoknya jadi dokter anak atau dokter jiwa."
"Wah, kok ngerti Pak. Memang pengennya itu."

Sebenernya aku memang pengen jadi dokter anak, suka anak-anak, waktu stase anak juga suka dan kebetulan nilainya lumayan. Tapi paham potensi diri dan kemampuan otak, pengennya suami aja yang jadi dokter anak, haha.. tapi kan itu kalo dapet suami dokter dan mau jadi dokter anak, kalo enggak ya enggak. Masalah dokter jiwa, atau Sp.KJ ini memang karena kesukaanku ngulik-ulik isi hati orang kali. Kalau nemu pasien psikosomatis hawanya penasaran juga. Kalau liat orang sukanya nebak-nebak.

Nggak banyak yang akan setuju kalau kamu bilang pengen jadi psikiater. Bisa dibilang itu lahan kering ya? Bener nggak istilahnya? Nggak banyak menghasilkan uang. Meski emang sampai sekarang tujuanku bukan materi semata. Aku pengen cari PPDS yang nggak ngoyo, sebagai seorang yang nantinya pengen jadi ibu yang baik.

Meski begitu, keinginanku yang pengen kayak Prof. Dr. dr. Dadang Hawari, SP.KJ yang punya Madani Foundation. Sebelum tahu beliau dan foundationnya itu, keinginanku persis juga begitu. Karena banyak nemuin pasien dengan kualitas hidup buruk padahal sebenarnya itu cuma masalah hati saja. Well, jadi apapun nantinya aku semoga bisa bermanfaat. Syukur-syukur keinginanku yang punya klinik kesehatan jiwa dan membuka mata orang kalau seseorang dengan kondisi jiwa labil tidak sama dengan orang gila.

Sunday, October 13, 2013

ACLS

Bismillahirrahmanirrahim

Hari jumat-ahad kemarin aku ikut pelatihan ACLS ini. Kebetulan lagi nggak ada jadwal jaga. Biayanya 3 juta dan diadakan di kota sendiri, alhamdulillah. Dan aku nggak menyangka kalau 3 hari itu cukup berat.

Hari pertama dimulai dengan kuliah-kuliah BCLS, pretes postes, dan pelatihan RJP. Lumayan juga pegelnya karena kompresi boneka, ya mungkin mirip push up, hehe. Dapet sungkup portabel merk ambu, asik banget deh. Agak meringankan karena coffee break 2 kali dan makan cukup, hoho. Hari pertama selesai jam 7 lebih. Peeeegaaaall sampai ke gluteus. Sampe berusaha mengingat-ingat pernah secapek ini atau enggak sebelumnya.



Kebetulan belum baca modul ACLS. Niat baca itu terkalahkan oleh kantuk yang begitu berat dan pegal di badan. Sudah minum kopi 2 gelas tetap tidak berefek. Pingsan di kasur. Paginya mulai kuliah lagi, kali ini materi ACLS, lebih ribet dan berat. Belajar megacode, dengan kasus-kasus yang mungkin akan kita jumpai baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Kalo udah gini, ngeliat di luar negeri keren-keren banget deh. Orang awam di sana sudah lebih mengerti bahwa kompresi itu penting untuk pasien henti jantung. Apalagi didukung 911 dan petugas ambulans serta ER yang handal. Hari ini sampai magrib saja.

Pegelnya sama, ngantuk nggak separah hari pertama. Tapi harus belajar buat postes ACLS dan ujian esokkkk. Tiiiddaakkk. Selesai bersih-bersih, makan, tidur sebentar lanjut belajar sampai nggak kuat lagi dan kembali terkapar. Paginya niat belajar pun disambi ngantuk juga. Bebersih diri, makan lalu berangkat ke Aula RS tujuan.

Pagi diawali postes, hiks susah. Lanjut ujian praktek megacode. Lillahi ta'ala. Setelah berkali-kali melewati ujian praktek, yang harus kuingat adalah jangan panik. Aku berusaha tenang dan tidak terbawa kepanikan. Apalagi di ujian ACLS memang disengaja untuk membuat panik peserta dengan membentak dan memburu saat ujian. Simpel, karena pada saat terjadi kejadian henti jantung tentu kita diharapkan tidak panik. Alhamdulillah tengah hari sudah selesai.

Dan asal tahu saja, semalam setelah itu selalu terngiang hitungan kompresi 1-30 dan teriakan kompresi! Lanjut kompresi! Stop kompresi!

Friday, September 13, 2013

Week 2 - Internship

Bismillahirrahmanirrahim

Ini sudah minggu kedua program dokter iship yang kujalani. Di minggu pertama, semua terasa berat. Ya, walaupun dapat di kota yang hanya berjarak 1/2 jam, masih aja terasa berat. Biasa, jet lag. Apalagi jadwal jaga kadang di jam sore-malam, yang bikin waktu ketemu keluarga kurang. Jadi ngerasa kangen mulu. Tapi alhamdulillah sekarang udah mulai enjoy.

Meski begitu, jaga IGD termasuk bukan hobiku. Makanya sekarang masih belajar menyesuaikan respon time bla bla bla. Otak lemot begini emang cocoknya ga di garda terdepan RS itu. Hehe. Tapi alhamdulillah perawatnya baik-baik, dr nya juga baik-baik. Bahkan gizi kami terjamin karena dapat jatah dari RS, termasuk perawat dan DU juga lho. Jarang yang begini, hehe. Jadi, semua harus disyukuri yaa.

Tuesday, August 13, 2013

Internship

Bismillahirrahmanirrahim...

Sudah lama nggak nulis di sini. Kabar terbaru adalah, tanggal 20 ini harus cus ke Smg untuk pembekalan Insternship. Ya, mulai September aku baru mulai internship. Di mana? Hanya 1 jam dari rumah, hamdallah. Memang rotasi sekarang sedang kosong daerah sana, jadi kami yang mengisi. Shake the hospital? No, yang jelas aku berharap yang terbaik. Teman baik, lingkungan baik, cukup.

pic from here

Pick Your Specialty

My favorite part of my job is teaching. There, I’ve said it. Yeah, it’s cool picking apart diseases and mix-n-matching treatment regimens for the optimal balance of cure and side effect. I love hand-holding people through concepts that are far beyond their educational level and helping patients and families make impossible decisions with uncertain data.

But give me a new third-year medical student who’s been dropped in the middle of the hospital for her First Real Rotation Ever, and I am just in heaven. I love teaching med students.

One of the things I love the most is helping them figure out what flavor of doctor they want to be. Third year is all about sampling it all, and experiencing what actually happens in the various medical specialties. You rotate through Surgery. You rotate through Internal Medicine. You rotate through Family Practice. You rotate through Anaesthesia. You rotate through Psychiatry. In fourth year, you’re supposed to be narrowing it down to your most likely options for residency.

It’s a tough process, full of uncertainty and soul-searching and fears about locking into the wrong option.

It can be overwhelming. The choices are practically endless. And there’s not all that much guidance out there to tell you how to narrow down your options for the best possible outcome for YOU.

So here are a few things I tell my students to keep in mind when they’re doing their rotations, and so far they seem to think it’s helpful.

1) The best choice of medical specialty will be something you enjoy AND something you are good at. Most people drop out the second condition. But think hard about this: If you pick something you enjoy but that you are no good at, it will be a disservice to your patients. If you pick something you’re good at but that you don’t enjoy, it will be a disservice to you. Look for something that will satisfy BOTH conditions, and you’ll be set.

2) Pay attention to what you DON’T want to do.
If you hate Pediatrics or you couldn’t stand General Surgery, THAT’S A GOOD THING! Negative experiences provide you with good, solid information about the kinds of work you want to avoid, and why. It’s especially helpful if you’re overwhelmed with the typical too-many-options brainfreeze. Discarding the rotations you hate will cut out some of the noise from the data, and then it may be easier to see your eventual specialty stand out from the fewer options that are left.

3) It’s okay to take lifestyle into account.
As a matter of fact, you should. You want nights and weekends to yourself? Go into Dermatology. You want a lot of money? Look at some of the surgical sub-specialties like Plastics. You’re all right with staying at work late to stabilize a patient? Think about something like Internal Medicine. Want shift work with solid start and finish times? How about Emergency Medicine? Take your personal preferences into account when picking what to do, because if you pick a lifestyle that won’t work for you, you’ll burn out.

4) Confusion is a GOOD thing, even if it’s getting close to the time where you have to commit yourself to an option!
How can I possibly say that? What if the deadline for applications is right around the corner, and you STILL don’t know what you’re going to pick? Think about it this way. If you hated OB/GYN, that’s not going to be an uncertain thing; you will feel no confusion about it. Confusion means you have a bunch of options to pick from, and YOU THINK THEY’RE EQUALLY GOOD. That takes the pressure off, because no matter which one you pick, you’ll be satisfied with the result. (Unless you didn’t like any of them at all, in which case you may have a considerable amount of soul-searching left to do.) Don’t get scared if you’re still confused; you’ll land on your feet somewhere, and someday you’ll look back and realize that you made the right choice. No matter which one you pick.

5) Pick for yourself.
I don’t care if your father wants you to be an orthopedic surgeon. I don’t care if your mother has been grooming you your entire life to take over her Neurology practice. This is your life and you have to be satisfied with your job.

6) Pick for your community.
As a doctor you have a responsibility to serve society. Pick something that’s needed, something that will contribute a valuable service to the community you live in.

7) Pick for the future. Specialties are not static.
While you’re always going to need generalists, it’s important to realize that there are a lot of forces pushing and pulling at the medical specialties. Some specialties have only a limited pool of patients, but a lot of doctors who want to go into that field. You may graduate med school to find that your chosen specialty has a LOT of competition, both for residency positions and eventually even for patients. Family Practice doctors are in trouble these days due to the pressures of reimbursement patterns and the advent of physicians’ assistants and nurse practitioners who can provide similar services but aren’t paid as much. As the space program shuts down, Aerospace Medicine is probably going to focus more and more on airline pilots and suchlike. It’s important to recognize where your chosen specialty fits into the grand pattern of things. It’s important to look to the future. So keep your eyes and ears open. Read the news and keep up on health policy trends. Listen to what people say about their doctors. Watch how different kinds of doctors are portrayed on TV and in movies. Use every resource at your disposal to try and predict what will happen five, ten, or twenty years from now. Plan ahead; this will be your specialty for life. And it’s easier to roll with the punches if you know what direction they’re coming from.

8) When in doubt, leave your options as open as possible.
What if the application deadline is RIGHT NOW, and you still have no clue what you want to do? PANIC! PANIC! No, actually…please don’t. Okay, it’s a tough place to be. At this point, you’re going to want to pick something that gives you the most flexibility. Internal Medicine and General Surgery can be good options. They both have tons of sub-specialties that you can sample throughout residency, and either one of them will allow you to fine-tune a career for yourself out of the available options.

Well, that’s what I have. Any other medical people want to throw in a few pearls of wisdom? How did you choose your specialty? Students, what’s the best advice you’ve heard about this? Help us out in the comments section!

THAT's ALL FROM HERE

Monday, July 8, 2013

Sumpah Dokter

Bismillahirrahmanirrahim...

Pukul 3 pagi sudah bangun, siap-siap untuk berangkat ke lokasi di mana sudah ada kru Salon di sana. Bener-bener yaaa.. kalo nggak terpaksa sih males. Nah ternyata untuk merampungkan 9 orang, dengan 3 kru, jam 7 baru kelar semuanya.

Sekitar jam 8, dimulai prosesi sungkeman. Orangtua dateng agak telat, karena ngebujuk adek ga mau datang gara-gara masalah salon. Fine, nontonin temen-temen yang duluan sungkem, dan kadang ada yang nangis baik mereka atau orangtuanya ikut bikin terharu. Jadi, pas ortu datang, udah kuwanti-wanti nggak usah ngomong apa-apa dan nggak usah ngusap-usap. Riasan bisa luntur kalo nangis, haha. Pose aja pose, yang penting tanpa terucap di sungkeman mereka tetap berdoa.

Sarapan dulu pake makanan ringan. Setelah itu naik ke aula untuk memulai prosesi. Pertama, kami para 'pengantin' masuk ruangan diiringi gending jawa dan dikawal Bawor. Lalu pembacaan sumpah yang begitu berat kalau diresapi, dan penandatanganan sumpah beserta orangtua. Terakhir foto-foto.

Setelah acara itu rasanya senang, tapi sesekali terasa sesak. Mungkin karena akan berpisah dengan para sahabat seperjuangan, dan mulai menghadapi belantara sebenarnya. Nggak bisa dimungkiri, banyak pandangan yang cukup membuat sakit hati bila dianggap. Membuat beban makin berat.


Sebelum masuk Aula

Sumpah

Paska siraman

With the doctors

We..


Wednesday, June 26, 2013

Pelepasan Calon Wisudawan/wati

Bismillahirrahmanirrahim....

Senin 24 Juni pagi, kami para calon wisudawan/wati yang keesokan harinya akan di-wisuda di-lepas dulu. Prosesinya mirip dengan wisuda, hanya ini khusus fakultas kami saja.


Tuesday, June 25, 2013

Wisuda Kedua

Bismillahirrahmanirrahim...

Berawal dari ba'da subuh. Make Up Artist kali ini adalah temen SMP-ku yang belajar dandan secara otodidak. Aku merelakan mukaku untuk dipermak, hihi. Males banget ke salon. Jujur, wisuda kali ini nggak seheboh yang pertama. Ya setelah tahu wisuda gitu-gitu doang. Kebaya yang dipake juga kebaya belom jadi bener, hehe. Yang penting ga keliatan kaya orang bangun tidur deh.

SONY DSC
Aku termasuk orang yang manut peraturan. Jadi setengah 7 harus sudah di sana ya aku berusaha ada di sana. Karena takut nggak boleh masuk. Padahal kenyataannya, sampe rektor dateng juga masih ada yang baru masuk -_-''

Nah. Kehebohan pagi dikarenakan MUA dateng lebih dari jam 5, haha. Itu berarti, cuma 1 jam waktu buat dia permak muka dan kerudung. Ditambah perut mules. Cukup heboh deh, tapi untungnya nggak ada yang ketinggalan.

Dengan kecepatan super, setengah 7 lebih sedikit aku-bapak-ibu sudah siap di mobil. Terima kasih banyak buat my sweety MUA, mimom Deas :D Berjuang keras supaya bisa tepat waktu. Kerudungnya aku suka :D

Cerita Lensa

Selain itu ini pertama kalinya pake lensa kontak lama. Sebenernya baru pernah beli lensa kontak :D Kemaren beli yang murah, diameter besar, pikirku cuma dipake beberapa kali doang. Soalnya udah nyoba ga pake kacamata lama, selain sakit kepala, burem. Akhirnya beli yang minus 1,25. Karena murah, pas dipake iritasi, merah, dan ngeganjel.

Kata temen yang udah ahli, emang yang diameter besar, dan murah suka begitu. Kandungan airnya lebih dikit dan kurang lentur. Akhirnya daripada sakit, cari yang lebih enak. X2 glow brown, beda 20 ribuan, diameter kecil. Enak banget ternyata, walaupun nggak seterang pake kacamata karena minusnya lebih kecil dan tanpa silinder. Mayan lah, sesekali. Dipake dan dilepasnya juga lebih mudah.

SONY DSC

Sampai di Gedung Auditorium UNSOED Graha Widyatama, pertama kali wisuda di sini. Lebih luas, alhamdulillah. Dan ngantrinya ternyata lama -_-'' Tepat waktu itu kadang begini jadinya. Setelah masuk ke gedung, prosesi demi prosesi dilakukan. Biasa lah ya, hampir sama kayaknya sama wisuda di tempat lain.
Yang paling seru tadi waktu PSM Gita Buana Soedirman nyanyi Janger, yang bikin mereka dapet Gold Medal di Nasional. Kira-kira seperti ini lah..


Cerita Bunga

Sejak pagi, bakul bunga sudah berjejer rapi. Wisuda pertama dulu, berlalu dengan biasa saja. Selesai wisuda, ke studio foto, pulang. Kali ini, hampir sama. Makanya begitu keluar, "Ih, aku nggak dibeliin bunga." Di saat banyak orangtua, pacar, suami, istri (kali) yang bawa bunga buat wisudawan/wati. Memang sih, kebahagiaan lulusan dokter/S.ked itu bagai belum di ujung. Karena masih banyak prosesi lain yang harus dijalani. Jadi rasanya seperti belum menetas.

"Oh, yaudah ayo beli," kata Ibu.
"Ah ga mau, masa harus diminta dulu."
Liat bunga mawar biru cakep banget. "Aku mau itu ;p."
"Mana ga ada yang jual." Nyari yang jual.
"Yaudah ga usah lah," kataku. Jalan lagi. "Aku beliin balon aja." Tergoda liat balon angry bird.
"Malu bawanya, kamu yang mau bawa?"
Ga mau juga sepanjang jalan nenteng balon.
"Itu ada mawar biru, tapi jelek ga usah." Kataku sambil jalan. Sementara itu Ibu akhirnya beli bunga, seperti di gambar. Bukan yang aku pengen. Tapi biarin deh, hahaha. Makasih bu.

SONY DSC
 25 june 2013

Monday, June 17, 2013

PRA Sumpah

Bismillahirrahmanirrahim

Rabu kemarin, kami melakukan sesi fotografi untuk buku sumpah. Ah, pegeeel. Nggak bakat gaya di depan banyak orang, kaku banget, hehe. Ini foto bareng Keluarga Cemara, kelompok belajar di Jakarta :)


Thursday, May 30, 2013

Murni DOA

Bismillahirrahmanirrahim...

Di sunyi malam, aku bersembunyi.. xixi
Sudah lama nggak ngisi blog yang satu ini. Mulai dari Maret sampai Mei awal, aku merantau ke Jakarta. Ngapain? Persiapan UKDI fren. Momok yang satu itu memaksaku untuk berjuang di kota orang di mana belum pernah aku tinggal lama di sana. Nggak begitu menakutkan ternyata, meski selama 1,5 bulan itu aku pulang 2 kali :D

Di sana, aku tinggal di daerah Cempaka Putih supaya dekat kalau mau belajar ke Yarsi. Ikutan les juga di Manggarai, naik taxi ke sana. Hidup di sana lumayan berat, terutama urusan duit. Yah, walaupun sesekali nyicipin juga yang nggak ada di kampung. Yang jelas banyak banget pengalaman yang didapat, juga kenangan berharga yang dicatat.

Kemarin sore, hujan deras. Aku mutusin tidur karena seharian jalan. Menjelang magrib baru kebangun *jangan ditiru yah. Hape yang sedang dicharge aku intip. Hah! Ada apa nih, banyak BBM masuk, missed call, WA, hwaa. Dari sekilas baca, ini soal pengumuman UKDI!

Tahu nggak, sejak isu pengumuman diumumkan sabtu ini, alias 1 juni tidur makin nggak tenang. Berbagai macam mimpi tentang pengumuman menghantui. Ngeliat kondisi waktu ujian, aku ketakutan. Sebelum ujian, tiba-tiba migrain kambuh. Minum paracetamol. Selama ujian, migrain dan aura-nya datang, plus mual. Ya Rabb.... khawatir banget jawabanku nggak fokus sama pertanyaannya. Di sisi yang satu pengen segera selesai, di sisi yang lain waktu yang sedikit itu harus dimanfaatkan. Nggak mudah.

Setelah selesai ujian, cuma bisa diem sambil nenggak parasetamol lagi. Di kos, gelundungan ga jelas berharap migrain hilang. Hari itu hari terakhir di kos. Koper belum dipacking. Setelah minum kopi sisa semalam, alhamdulillah redaan. Aku menghabiskan malam sendiri di busway buat cari pengalaman baru. Besoknya naik kereta pagi *pake ngejar kereta dulu.

Bersambung ke kemarin sore. Jantungku mulai nggak karuan. Rasanya TTH sudah mulai muncul bibitnya. Ini soal UKDI! Baca BBM teratas, 'Fil kita lulus! Alhamdulillah.' Ngebaca itu nggak serta merta senang, teman. Langsung aku buka web NACE yang lemotnya ngalahin jalannya kura-kura peliharaanku. TTH makin mencengkeram. Temenku udah kasih skrisyut, tetep aja. Mataku bolak-balik ngebaca nomor ujian di kartu ujian dan skrinsyut. Ada. Sembari nunggu loading, mandi, shalat, berdoa. Kebuka! Aku pastikan, alhamdulillah benar.

Tapi kurasa itu murni kekuatan DOA. Doa dari bapak, ibu, semua. Begitu selesai balas bbm, dan telpon. Sebelum isya, aku bilang ke bapak. Beberapa hari sebelumnya aku selalu ngadu dan bilang kalo aku cemas, cemas banget. Sebelum ujian, bapak bilang ' yang penting sudah usaha, masalah hasilnya, kalau belum lulus ya dicoba lagi' agak bikin tenang. Bahkan di H-7 ujian, waktu aku bilang pengen pulang, suruh pulang. Big no, till the end dong.Tapi tetep saja ya. Aku bilang ke bapak, 'Pak, pengumumannya udah keluar' kataku, pake wajah super memelas. Langsung terkesiap dan pasang telinga, 'Gimana? Gimana?' Pelan aku bilang, 'Lulus, alhamdulillah.'

Bapak senyum, langsung meluk dan nepuk-nepuk. 'Selamat ya, selamat udah jadi dokter' Air mata nggak kuasa kutahan. Tapi gengsi, jadi sebentar saja aku mellow. 'Pak, bilang sama ibu.' Abis itu bapak bilang ke ibu. Ibu sama senangnya, alhamdulillah. Dibanding euforia, aku harus tetap menjaga sikap tentang kelulusan ini. Nggak bisa ngebayangin bagaimana temen-temen yang belum diberi kesempatan lulus, kadang mereka cuma kurang 1 poin saja. Dan aku bilang tadi, ini murni kekuatan doa. Terima kasih Ya Allah, Engkau memberi hamba kesempatan ini...

Friday, March 22, 2013

Yudisium Dokter

Bismillahirrahmanirrahim...

Hari ini spesial, setelah molor dari jadwal yang seharusnya dengan berbagai kendala dan stagnan, akhirnya seluruh rapot koas sudah terisi. Alhamdulillah. Namun belum selesai sampai di situ. Perjuangan mendapatkan pembebasan SPP ternyata lebih melelahkan. Dikejar waktu, dan ketidakpastian, selama beberapa hari bolak-balik Dekanat dan Pusat untuk mengurusi ini. Alhamdulillah dimudahkan atas bantuan orang-orang baik juga.

Setelah mengumpulkan syarat di detik terakhir, akhirnya terdaftar sebagai peserta Yudisium Dokter yang diadakan hari ini. Kemarin, sore sepulang dari Dekanat, hari cerah padahal biasanya sudah hujan angin. Hamdallah. Aku yang dipasrahi tugas cari slayer batik buat kembaran segera cus ke Toko Kain Daerah. Emang dasar pecinta ungu, milihlah warna ungu walau terlalu gelap, hehe. Setelah itu ditinggal di tukang jahit pinggir jalan untuk dijahit supaya rapi.

SK
Pagi ini jam 8 pagi sudah berangkat, menunggu anak-anak lain, lalu sama-sama memasangkan batik untuk disematkan. Alhamdulillah lancar. Segera setelah ini tinggal menapakkan kaki ke Jakarta untuk persiapan UKDI, semoga Allah melancarkan, aamiin.

Friday, February 1, 2013

Kuliner RS - 2

Bismillahirrahmanirrahim

Yey.. inilah season kedua, kuliner RS. Kali ini aku akan bahas kuliner yang biasanya dipesen atau dimakan pas jaga. Dan juga yang ketinggalan dari postingan sebelumnya, hohoho. Tapi nggak semuanya sering kumakan sih, ada yang cuma sekali doang.

  1. Nasi goreng Pager. Sedia nasgor, capcay kering, capcay kuah. ENAK. Menurutku sih, yang seleranya pinggir jalan :D Ni nasi goreng letaknya persis di samping pager RS, jadi kami kalo malem-malem laper, jalan dulu buat beli ni nasgor. Kursinya ada yang di dalam RS ada yang di luar RS. Seru deh malem-malem. Selain di sini, ada juga nasgor taman, aku lupa udah pernah makan atau belum.
  2. Sate bu jutek. Entah deh, katanya si karena bu penjualnya jarang senyum. Sate ini sate madura, biasanya aku beli abis selese jaga siang, trus malem jam 10 masih buka aku beli deehh. Di sebelahnya juga ada sate, rasanya lumayan juga. Kadang kesitu juga, tapi ini lebih populer di kalangan koas. Gerobaknya aja udah penuh ttd dan komen dari koas entah berapa turunan. Udah gitu ada bubur kacang ijo juga, enak banget anget-anget. Kangeeeeennnn.
  3. Ayam goreng taman. Sekali doang kayaknya, tinggal telpon aja sihhhh. Rasanya ya kayak ayam. 
  4. Nasiku. Delivery order. Murah, cuma 10 ribu bisa dapet lauk seafood, enak. Aku cuma sekali pesen, lainnya minta sesuap-sesuap sama temen yang doyan banget hahaaha.
  5. Nasi kepel. Nasi dibungkus daun pisang, pake lauk ayam, sambel. Mayaan, tapi lama datengnyaaa.
  6. Nasi padang. Ini mah ga buat temen jaga sih, cuma kadang kalo pengen nasi padang belinya di depan RS. Enak, 7000 udah dapet nasi sayur sambel, sama ikan kembung. 
  7. Bakso kali. Bakso di jembatan sungai depan RS. Enaaak. Sering nih ke sini.
  8. Bu pecel. Lagi-lagi aku gatau namanya. Tapi ibu-ibu ini bawanya rames sama gado-gado, enaaaak banget! Dan aku makan ini tuh kalo kebeneran ketemu aja, ga punya jadwal tetap!
  9. PAB = Pondok Ayam Bakar, ada 2, yang satu punya pak Yanto, yang satu bu Yanti, menunya mirip tapi rasanya beda. Cocok dimakan di segala suasana :D Suka mi bihunnya, trus ayam stres-nya lumayan.
Apa lagi yaaa? Lupaaaa... Entar deh kalo inget lagi :D

Tuesday, January 29, 2013

Kuliner RS - 1

Bismillahirrahmanirrahim...

Tadi tiba-tiba keinget tentang makanan apa saja yang biasa di makan sepanjang koass di RSMS. Cekidot guys, aku sih nggak terlalu paham apa aja, tapi ini yang biasanya aku makan baik saat siang maupun malam (jaga).

RS punya 1 cafe, 1 kantin, 3 kantin + minimarket yang tersebar di beberapa penjuru, jangan lupa pedagang keliling yang sudah dikenal. Jadi tergantung kita sedang bertugas di mana, maka kami memilih tempat terdekat, atau bisa saja tempat favorit. Masing-masing punya kekhasan sendiri-sendiri, meski ada beberapa yang mirip karena dikelola oleh koperasi RS.

  1. Cafe Kita (CafKit). Letaknya bersebelahan dengan Toko Pelangi. Di bawah lorong pasien letaknya. Terletak paling strategis dekat dengan bangsal-bangsal. Cafe ini tersedia AC (yang kadang tidak terasa), TV, dan wifi (wow). Tersedia bakso, ramesan, gorengan, aneka minuman, dan aneka mie-mie-an. Tapi yang ter-hot adalah Mie Nyemek. Yes, Mi ini terbuat dari mie rebus, dengan campuran saus+kecap+telur+sayuran. Superenak apalagi kalau kelaparan. Shhhh. Teman makannya adalah kerupuk kuning, minuman favorit es teh seharga 2500 yang lebih banyak es-nya ketimbang teh-nya sendiri.
  2. Toko Pelangi. Toko kecil serbaada. Segala macam kebutuhan pasien, serta jajanan (risol, martabak, dadar gulung, dll) sampai sate, siomay, opor, nasi kuning. Ada di sini. Pilihan anak-anak koas kalau kelaparan tapi tak punya waktu nongkrong di kafe. 
  3. Sejahtera. Terletak di belakang RS. Selama koass kayanya aku nggak pernah ke sana, karena malas terlalu jauh. Tapi anak-anak cowok suka nongkrong di sana. Ada nasgor di sana, dan berbagai menu yang bervariasi. Lumayan juga sebenernya. Dulu waktu kuliah, aku juga sering makan di sana.
  4. Kantin Jiwa. Karena letaknya di pojok, persis sebelah poli jiwa. Ada waktu-waktu tertentu untuk ke sini, dan beberapa syarat. :D Tapi ini favorit banget, karena pecel dan nasgornya yang zuper enak. Bakso dan soto juga lumayan. Gorengan apalagi, ini super fav, ada mendoan, dage, kemangi goreng, pisang goreng and many more. Cepat habis! Bisa order lewat telpon :D
  5. Milky, letaknya di depan, dekat pendaftaran, dan ada fotokopiannya. Tergolong baru, dan jarang sekali ke sini kecuali lewat atau mau fotokopi. Di sini menu fav adalah nasi padang-padangan. Alias nasi+sayur+sambal ijo+kadang ada rendang+mendoannya top banget. 
  6. Adalagi yang letaknya di samping IGD (masih atau enggak ya? belum pernah nengok setelah renov IGD baru-baru ini) di sini menunya sama seperti CafKit, tapi ada jadwal antara bakso-soto, begitulah.
  7. Bu donat. Bukan itu namanya, tapi itu karena donatnya sudah mendunia(RS). Donat misis dan donat tabur gula halus. Murmer. Ada gorengan juga, serta jus-jus-an yang menyegarkan dan dinginnn. Berkeliling di RS! Kami saling mengabari atau bertanya di mana keberadaannya, karena pada jam siang yang sibuk dan tidak bisa kemana-mana, beliaulah yang kami tunggu!
  8. Bu gesek. Bukan itu juga namanya :D Itu hanya karena menu favoritnya adalah nasi rames lauk gesek (ikan asin). Bu gesek ini menjual beraneka macam jajanan, hanya mampir di bangsal/poli tertentu, dan memangkalkan makanannya di dapur IBS. Aneka rames murah lauk gesek, telor dadar, telor utuh, ada. Jajanan ada. Jus ada. Kopyor! Favorit. Pempek, nasi bakar, macem2 lah!
  9. Bu jutek (sori) ini karena wajahnya jarang tersenyum. Jualan beraneka jajanan kering dan kadang baju. Bukan favorit sih.
  10. Kantin kejujuran di bangsal Mawar, Aster. Di mana menjual jajanan dan minuman yang tinggal ambil dan bayar sendiri. 

Apalagi yah? banyak jugaaaa. Mungkin itu saja di sekitaran RS. Akan dilanjut sesi kedua, di luaran RS.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...