Thursday, September 29, 2011

Pengalaman Pertama di Pengadilan

Bismillahirrahmanirrahim...

Hari ini aku dan temen-temen pergi ke Pengadilan buat ikut sidang. Rencananya ikut sidang penganiayaan anak di bawah umur, tapi terlambat, jadi ikut ke sidang putusan penganiaayaan orang dewasa. Wow. Kayak gitu to? Ketokan palunya ngagetin Pak Hakim! Hehe. Terdakwa dijatuhi hukuman 3 tahun + 6 bulan karena tindakannya melakukan penganiayaan dengan cara membacok di bagian pinggang, punggung, lengan. Bikin tendon putus dan fraktur. Ck, kok isoo.

Berhubung tadi cuma sidang putusan pidana, kami masih nongkrong di situ buat ngeliat jalannya sidang tuntutan. Kami duduk paling depan dengan jas putih. Di belakang, barisan anak FH yang pastinya udah lebih sering nongkrong di sana. Duduk harus sopan. Sidang tentang pencurian truk, modusnya adalah nyewa truk, trus kasi bir + obat tidur + obat tetes mata visine > sukses bikin tidur supir truk 11 jam.

Sidang putusan terakhir tentang pencurian PS.

InsyaAllah ke depan mau ikut sidang dengan saksi ahli dr. Sp.F ku.. untuk kasus pembunuhan dengan mutilasi anak di bawah umur. Can't wait.

::forensik::

Saturday, September 24, 2011

Hadits-hadits tentang Mati

Bismillahirrahmanirrahim...

1. Kematian yang paling mulia ialah matinya para syuhada. (Asysyihaab)

2. Tidak ada sesuatu yang dialami anak Adam dari apa yang diciptakan Allah lebih berat daripada kematian. Baginya kematian lebih ringan daripada apa yang akan dialaminya sesudahnya. (HR. Ahmad)

3. Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. (HR. Ad-Dailami)


4. Janganlah seorang mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah. (HR. Muslim)

5. Janganlah ada orang yang menginginkan mati karena kesusahan yang dideritanya. Apabila harus melakukannya hendaklah dia cukup berkata, "Ya Allah, tetap hidupkan aku selama kehidupan itu baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku." (HR. Bukhari)

6. Cukuplah maut sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan. (HR. Ath-Thabrani)

7. Mati mendadak suatu kesenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang durhaka. (HR. Ahmad)


8. Tuntunlah orang yang menjelang wafat dengan ucapan Laailaaha illallah (maksudnya, agar dia mau meniru mengucapkannya). (HR. Muslim)

9. Tidak dibolehkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung atas suatu kematian lebih dari tiga malam, kecuali terhadap kematian suaminya, maka masa berkabungnya empat bulan dan sepuluh hari. (HR. Bukhari dan Muslim)


10. Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, jenazah orang kafir berlalu di hadapan kami, apakah kami perlu berdiri?" Nabi Saw segera menjawab, "Ya, berdirilah. Sesungguhnya kamu berdiri bukanlah untuk menghormati mayitnya, tetapi menghormati yang merenggut nyawa-nyawa." (HR. Ahmad)

11. Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

12. Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah 'Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka. (HR. Ad-Dailami)

13. Allah mencatat ihsan (kebaikan) atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh hewan maka bunuhlah dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelihnya sembelihlah dengan baik. Asahlah tajam pisau potong dan ringankan hewan potongnya. (HR. Muslim)

14. Janganlah kamu mengagumi amal seorang sehingga kamu dapat menyaksikan hasil akhir kerjanya (amalnya). (HR. Aththusi dan Ath-Thabrani)

15. Apabila seorang muslim wafat dan jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak bersyirik kepada Allah maka Allah mengijinkan syafaat (pertolongan) oleh mereka baginya (si mayit). (HR. Abu Dawud)

16. Percepatlah menghantar jenazah ke kuburnya. Bila dia seorang yang shaleh maka kebaikanlah yang kamu hantarkan kepadanya dan bila kebalikannya, maka sesuatu keburukan yang kamu tanggalkan dari beban lehermu. (HR. Bukhari)

17. Seorang mayit dapat disiksa (kubur) disebabkan tangisan keluarganya. (Mashabih Assunnah)


18. Barangsiapa wafat pada hari Jum'at atau pada malam Jum'at maka dia terpelihara dari fitnah (siksa) kubur. (Abu Ya'la)

19. Janganlah mengingat-ingat orang-orangmu yang telah wafat, kecuali dengan menyebut-nyebut kebaikan mereka. (An-Nasaa'i)

20. Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah." Nabi Saw lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)


::forensik::


Wednesday, September 21, 2011

Mandi ya Sayang...


Bismillahirrahmanirrahim...

Hari ini salah seorang temen dapet hukuman memandikan jenazah karena di slide presentasi lapjag ada kesalahan. Nggak lama setelah itu ada jenazah baru, bayi. Aku ikutan juga, langsung pake sarung tangan dan masker. Bayi ini kiriman dari bangsal bayi patologis. Kasihan, sudah dari hari kamis ia bertahan di sana, tapi sudah saatnya Allah memintanya kembali.

Kakek dan ibunya menunggui. Jujur saja, rasa was-was memandikan jenazah sambil ditunggui itu ada. Kami memperlakukan si bayi dengan hati-hati. Dingin, dan lemas. Kurus sekali. Kami usap dengan sabun, lalu kami bersihkan lagi dengan air. Kalau ia masih hidup, pasti ia kedinginan.

Di tengah pemandian, sang ibu mendekat, mengusap dengan penuh kasih rambut sang bayi perempuan itu. Menelusuri bibirnya, pipinya. Kami diam sejenak, rupanya sang ibu sadar kami menunggunya padahal tak apa lebih lama lagi. Terakhir kami guyurkan air kapur barus ke badannya, kami keringkan dengan handuk lembut.

Lalu kami tidurkan ia di lapisan kafan bertabur kapur barus. Kami tempelkan kapas dengan bubuk cendana di bagian-bagian lipatan dan lubang. Lalu kami bungkus ia. Kami ikatkan talinya. Selamat tidur panjang, Sayang.

::forensik::

Tuesday, September 20, 2011

Suicide


Bismillahirrahmanirrahim...

Pagi tadi, temen satu stase woro-woro di grup Forensik. Siap-siap otopsi, ada kasus bunuh diri di deket kosannya, alias masih deket-deket sama RSMS. Oke, karena siang hari, nggak males-malesan, hehe.

Polisi bawa tu korban *korban atau pelaku yaa?* karena ada dugaan pembunuhan, karena e karena kata dokter puskesmas ga ada tanda-tanda mati karena gantung diri, yaitu hipersekresi, lidah menjulur, dll. Tapi semua dibantah sama dr. spesialis forensik karena semua itu nggak mutlak.

Tadi kami cuma ngelakuin visum luar, masih dengan kamera saku-ku yang selalu kubawa kemana-mana dengan charger untuk jaga-jaga. Bau pesing karena korban ngeluarin urin. Pas mau diambil urinnya, nggak kena-kena, mungkin karena VU nggak terisi banyak. Darah keambil sih walaupun susah.

Dilihat dari jenis jeratan di leher, yang posisinya makin ke belakang makin tidak jelas dan tingginya lebih tinggi dari jejas di leher depan, serta jejas menebal dan kasar, itu menandakan jeratan terjadi sebelum korban meninggal. Ketiadaan tanda-tanda kejang seperti lidah terjulur itu kemungkinan terjadi karena korban meninggal seketika tanpa usaha mengambil nafas. Dengan berat badan yang lumayan, bila jatuh dari ketinggian, maka kematian dapat terjadi dalam waktu singkat.

Tidak ada tanda-tanda trauma dan perlawanan. Kuku tangan bersih, tidak ada tanda-tanda perlawanan. Seluruh tubuh bersih, tidak ada tanda-tanda trauma. Ada riwayat percobaan bunuh diri dari keterangan adik korban.

::forensik::

Saturday, September 17, 2011

Gagal Otopsi


Bismillahirrahmanirrahim...

Sore tadi seorang teman BBM, katanya aku harus siap-siap otopsi. Kelabakan aku dibuatnya, langsung saja menyambar handuk setelah sebelumnya BBM teman-teman kelompok forensik. Ternyata belum ada kepastian. Malah ada kabar DOA *Death on Arrive* tapi salah juga ternyata. Alhamdulillah.

Eh, jam 8 malam, ternyata si jenazah yang tadi sore dikabarkan temenku sudah hinggap di Instalasi Pemulasaran Jenazah, kami diharap berkumpul. Yah, aku cuma berdua sama adekku, untungnya dia mau ditinggal pergi. Aku janjikan nggak lebih dari jam 12 malam, dengan perkiraan otopsi selama 3 jam. Aku nggak bilang pergi otopsi.

Sampai sana, banyak polisi. Kami diminta untuk visum luar dulu sambil menunggu keluarga dan kepastian akan diotopsi atau tidak. Aku cuma bawa kamera digital yang batrenya sudah hampir drop, DSLRku batrenya belum kuisi, bodohnya! Aku cuma mengandalkan DSLR temanku yang ternyata sedang dipakai. Oke, no prob.

Setelah pakai perlengkapan, kami masuk ke kamar jenazah. Ada dua kantung jenazah di sana, isinya laki-laki dan perempuan, ditemukan di hotel, seperti OD, cuma masih belum tahu juga. Setelah foto-foto, tulis visum (saat celana dibuka, bauuu.. ada feses) , kami menunggu kepastian. Keluarga datang, lalu berembuk. Kabarnya, untuk menunggu otopsi itu butuh waktu lama. Apabila nanti keluarga mengiyakan, kami harus menunggu lagi surat perintah otopsi, menunggu dokter forensik dan dokpol. Hiks, bagaimana kalau sampai dini hari? Adekku sendiri di rumah.

Alhamdulillah, ternyata keluarga minta jenazah dibawa pulang, kami pun bisa pulang lagi. Hehe.

RALAT: ternyata untuk otopsi, cukup ada permintaan dari penyidik tanpa perlu persetujuan keluarga, pada keluarga hanya dilakukan pemberitahuan.


::forensik::

Friday, September 16, 2011

Otopsi Pertama


Bismillahirrahmanirrahim...

Siang itu kuliah nggak juga dimulai, usut punya usut, ada jadwal otopsi! Wow, aku senang karena memang belum pernah, tapi semangatku menyusut begitu tau kalau otopsi itu lama, hahaha. Mana ada 3 jenazah yang bakal calon diotopsi lagi, waduh. Akhirnya aku shalat dhuhur dulu, setelah itu siap-siap lagi pake masker, sarung tangan dobel, skoret. Yay. Siap tempur. Ternyata jenazah baru, akibat kecelakaan kerja.

Banyak wartawan! Begitu 3 peti dimasukkan ke kamar otopsi, kami masuk, pintu ditutup. Jenazah pertama Warga Negara Asing, jadi bukan kewenangan kami, harus hati-hati untuk melakukan tindakan terhadap WNA. Jadi begitu dilakuk
an visum luar, kami kembalikan lagi ke peti. Diputuskan hanya dilakukan otopsi pada jenazah kedua, karena jenazah ketiga adalah muslim *mungkin ini alasannya otopsi ditolak*.

Hmm, yang udah masuk forensik pasti tau prosedur otopsi seperti apa. Begitu yaa, kira-kira, ternyata seorang ahli forensik butuh tenaga kuat juga untuk memainkan pisau, gunting, gergaji, dan lain-lain. Kami mengambil sampel dari jantung, hati, ginjal, cairan lambung, urin, darah, otak. Selesai. Rekonstruksi abdomen dan kepala. Mandikan, pakai baju lagi.

Jenazah ketiga, seorang muslim, dibungkus kafan secara islam, jadi kami cuma visum luar.

Selesai! Dan ternyata nggak terlalu lama, 3 jam kira-kira. Dan tahu aku jadi apa? Fotografer! :D Pake kamera 550D Canon punya temen. Tapi ternyata nggak terlalu bagus hasilnya karena aku nggak pinter ambil foto.



Jaga Forensik Day 2

Bismillahirrahmanirrahim...

Jadwal jaga malem. Mulai dari jam 10 sampai pagi. Masih di rumah udah dikabari, pasien berdatangan, okey. Sampe depan IGD, liat muka-mula penunggu yang kelihatan gelisah, "Wah, kayaknya ada yang gawat nih," kataku. Bener aja, setelah pake jas koass dan masuk ruang bedah minor, ada pasien plus, alias meninggal. Post KLL, mabuk, nyungsruk ke kali. Temenku udah mulai nyeka-nyeka bekas darah, temen yang lain ngejait-jait luka, aku moto-moto.

Trus dateng pasien baru, parah. Ternyata ada kecelakaan bus, Sumber Alam sama Pariwisata. 3 Pasien dirujuk ke RS kami. Pasien yang paling parah, karena mereka diduga mengalami trauma kepala yang lumayan berat. Satu pasien, salah nama karena KTP yang ditemukan di dompetnya punya pamannya. Wajahnya luka parah, kaki kanan fraktur, patah total. Jadi waktu luka di wajah dibersihin mau dijahit, walaupun tangan dan kaki kiri udah diiket, kaki kanan itu malah nendang-nendang, dan bener-bener kelihatan patahnya. Bayangkan betis bengkok.

Datang lagi, perempuan, sama parahnya. Tapi setelah di CT Scan ternyata lebih parah hasilnya. Cidera Kepala Berat, paginya setelah dikonsulkan ke bedah saraf, mulai dioperasi.

Satu lagi anak kecil. Sama juga, perdarahan otak, tapi dia masih aktif. Bahkan waktu mau diambil darah, kami kewalahan buat jagal dia. Aku yang kebagian jagal tangan kanan ama kaki kanan, berhasil dicubit! Setelah itu, aku nggak tidur semalaman. Khawatir ada pasien lagi, tapi emang ga ngantuk sih, karena sebelum jaga udah minum setengah cangkir kopi, hehe.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...