Showing posts with label otopsi. Show all posts
Showing posts with label otopsi. Show all posts

Thursday, October 6, 2011

Otopsi Ketiga

Bismillahirrahmanirrahim...

Pagi itu aku datang pertama, dikasi tahu petugas jaga kalau bakal ada otopsi.
"Lah, dari mana Mas?"
"Cilacap."
"Mana?"
"Tuh, di dalam."
"Kok nggak ada polisi?"

Rupanya otopsi dijadwalkan siang jam 12, 'tamu' itu sudah datang dari kemaren sore. Ditemukan di tengah sawah.

Argh. No name!

Aku buru-buru buat catatan visum. Manggilin anak-anak supaya segera dateng. Sebelumnya kuliah dulu, laporan jaga, abis itu disuruh visum luar. Pake 2 masker, 2 sarung tangan, masker disemprot minyak wangi. Begitu kulkas dibuka, breeeengggg, aha! Kuat, kuat, kuat! Dibukalah plastik kuning yang membungkusnya, 2 bungkus looo. Ehm... belatung bermain di sana. Seluruh isi kepala sudah habis *maap*. Cukup foto-foto, masukkan lagi ke kulkas. Dan setelah itu, bau yang tadi menyengat, masih menempel di baju, terutama bajuku T_T''''

Terus, makan bakso dulu, takut pingsan haha. Akhirnya jam 12 polisi dateng. Setelah shalat, kami langsung siap-siap. Udah pasrah deh, ruangan masih bau. Mau ngebayangin baunya gak? Bayangin aja deh nyium bangkai tikus, itu baru sebagiannya. Sebelumnya aku sama sekali ngga ada niatan buat bersentuhan dengan yang namanya be-la-tung, tapi kemaren, aku maenin tuh benda putih uget-uget. Satu yang kami khawatirkan, belatung itu jatuh ke lantai terus menggerayangi kami.

Setelah visum luar, copot-copot baju, visum dalam. Ada segelas bubuk kopi buat sesekali kami hirup. Adek kelas yang mau PBL disuruh masuk loo, jago mereka, pada ga pake masker, haha. Bedah abdomen. Breenggg. Lebih bau. Ambil sampel lambung, biasa. Jantung udah ga ada. Paru mengkerut. Diliat dari keberadaan molar 3 dan iga yang masih muda, diperkirakan usia 18-25 tahun. Perempuan.

Abis itu kami mandiin. Pake karbol. Guyur-guyur di belatung, trus kafanin. Setelah itu pulang, semua perlengkapan yang berkaitan dengan bau itu aku cuci segera. Huwwaaah.... Pengalaman yang.... sesuatu banget! Alhamdulillah.

Saturday, September 17, 2011

Gagal Otopsi


Bismillahirrahmanirrahim...

Sore tadi seorang teman BBM, katanya aku harus siap-siap otopsi. Kelabakan aku dibuatnya, langsung saja menyambar handuk setelah sebelumnya BBM teman-teman kelompok forensik. Ternyata belum ada kepastian. Malah ada kabar DOA *Death on Arrive* tapi salah juga ternyata. Alhamdulillah.

Eh, jam 8 malam, ternyata si jenazah yang tadi sore dikabarkan temenku sudah hinggap di Instalasi Pemulasaran Jenazah, kami diharap berkumpul. Yah, aku cuma berdua sama adekku, untungnya dia mau ditinggal pergi. Aku janjikan nggak lebih dari jam 12 malam, dengan perkiraan otopsi selama 3 jam. Aku nggak bilang pergi otopsi.

Sampai sana, banyak polisi. Kami diminta untuk visum luar dulu sambil menunggu keluarga dan kepastian akan diotopsi atau tidak. Aku cuma bawa kamera digital yang batrenya sudah hampir drop, DSLRku batrenya belum kuisi, bodohnya! Aku cuma mengandalkan DSLR temanku yang ternyata sedang dipakai. Oke, no prob.

Setelah pakai perlengkapan, kami masuk ke kamar jenazah. Ada dua kantung jenazah di sana, isinya laki-laki dan perempuan, ditemukan di hotel, seperti OD, cuma masih belum tahu juga. Setelah foto-foto, tulis visum (saat celana dibuka, bauuu.. ada feses) , kami menunggu kepastian. Keluarga datang, lalu berembuk. Kabarnya, untuk menunggu otopsi itu butuh waktu lama. Apabila nanti keluarga mengiyakan, kami harus menunggu lagi surat perintah otopsi, menunggu dokter forensik dan dokpol. Hiks, bagaimana kalau sampai dini hari? Adekku sendiri di rumah.

Alhamdulillah, ternyata keluarga minta jenazah dibawa pulang, kami pun bisa pulang lagi. Hehe.

RALAT: ternyata untuk otopsi, cukup ada permintaan dari penyidik tanpa perlu persetujuan keluarga, pada keluarga hanya dilakukan pemberitahuan.


::forensik::

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...