Bismillahirrahmanirrahim...
Si ibu mengeluh, merintih, perutnya kenceng2, mules, terlentang nggak enak, miring sama aja... Pinggang sakit bukan main.
Untuk
yang di umur kehamilan cukup bulan, masih tenang-tenang aja, alias
belum ada pembukaan berarti, biasanya disarankan induksi alias dikasih
obat untuk memacu pembukaan. Biasanya, yang di infusnya dikasi obat
inilah, yang mulesnya lebih sering dan lebih sakit.
"Ibuuu.. jangan ngejaan, nanti bawahnya bengkak.. tarik nafas panjang buuu... miring ke kiri."
Mengejan
sebelum waktunya memang bisa menyebabkan pintu jalan lahir bengkak,
makanya cara paling aman ya tarik nafas panjang dan lepas lewat mulut.
Miring ke kiri juga biar asupan oksigen ke bayi lebih lancar.
Setiap
30 menit, kami para koass harus meriksa DJJ *Denyut Jantung Janin* pada
para ibu yang pembukaannya sudah > 4 cm. Nggak mudah, selain sudah
makin sering mules, nyarinya juga butuh waktu, apalagi kalau si ibu
sudah mulai ngomel.
"Ibu... saya periksa dulu yaa..."
"Ugghhh.. bentar mbaakk.. lagi kenceeennnnnggg," kata si ibu sambil ngejan.
"Jangan ngejan bu, tarik nafas.."
"Uuughh, hhuuuehh.. sakiittt suusss *sering dipanggil suster*" sambil ngeremes lengan si pemeriksa, a.k.a aku.
"Buu.. ditensi dulu yaa."
"Tadi kan udaah."
"Iya bu, sekarang lagi."
"Suusss, pengen bera*."
"Iya bu, itu tandanya sebentar lagi, jangan ngejan dulu ya."
"Tapi pengeeennn."
"Buang aja di situ buu.."
"Mau di WC!"
"Nanti bayinya keluar di WC, di sini aja ya buu."
"Suss, ini lah udah nggak kuat laahh, sakiitttt, sesar ajaaa! Sedot aja suss! sedooot!"
"Lhoooo...
kan bisa keluar sendiri, ngapain disedot? Nanti kasian bayinya kalo
disedot. Lagian kepalanya belum turun masa mau disedot, ini bentar lagi
kokk buu.. tarik nafas panjang ya buu."
Bau
ketuban, udah biasa. Ketuban dicampur hasil pencernaan manusia juga
udah biasa. Apalagi kalau harus ngitung DJJ yang artinya harus nempelin
kuping di dekat perut ibu dengan alat, yang berarti kontak dengan si ibu
lebih dekat.
Kalau
lagi meriksa DJJ, pinggang si ibu lagi sakit, perut lagi kenceng..
tunda dulu, usap2 pinggang si ibu. Tau betul, mereka lagi
sakit-sakitnya, dan kami juga butuh memantau denyut si janin, karena
kalau ada kelainan, harus segera dilakukan sesuatu.
"Sus, maaf ya, tadi." Kata si ibu yang dari tadi minta disedot bayinya.
"Ya,
nggak papa Bu, santai aja.. " kataku sambil meriksa ibu di sebelahnya
yang baru melahirkan bayi yang sudah meninggal karena tali pusat lahir
duluan.
Bismillahirrahmanirrahim..
Ia datang dengan ibunya. Baru lahir. Ibunya perdarahan karena ternyata plasentanya masih tersisa di dalam rahim.
Dia
susah bernafas. Suhu tubuhnya lebih dari 40 derajat celcius. Kejang.
Kasian ya, pengen nangis tapi ga bisa, cuma ngerintih aja dia..