Monday, April 16, 2012

2 weeks on M


Bismillahirrahmanirrahim...

2 minggu terakhir kemarin, aku baru saja menjalani masa karantina di Neonatal Intensive Care Unit di RS. Masa yang di mana hampir semua orang bilang merupakan masa yang berat, paling berat. Melebihi lelahnya masa-masa di VK saat stase obsgin. Betul, tapi juga tidak.

Minggu pertama hanya bertiga. Tiga itu angka keramat. Artinya, selama ini paling tidak ada 4 orang, bahkan sampai 5 atau 6 orang awak NICU ini, tapi karena keterbatasan personil maka kami hanya bertiga. Aku perempuan sendiri. Menempati kamar sempit yang kami sebut kontrakan, berisi 3 kasur di lantai, lemari, 1 buah jendela, tv kecil milik temanku, dan kamar mandi sudah pasti ada di luar.

Aku sudah mempersiapkan hati untuk selalu menganggap akan ada hari esok yang lebih indah. Akan ada masa kebebasan setelah pembantaian 2 minggu, dan itu menyenangkan. Akan ada lelah yang terbalas dengan nikmatnya tidur dan istirahat. Betul saja, sampai di sana sekitar pukul 7 pagi hari ahad, tanggal 1 april, kami disambut dua bayi yang apneu (henti nafas) dan harus di-bagging (pompa) untuk membantu asupan O2.

Sepanjang siang itu selain bagging, kami harus follow-up. Aku kebagian follow up pasien bayi sehat di bangsal rawat gabung ibu-anak di sebelah NICU. Sendiri, 32 status rekam medis pasien. Tanganku pegaaalll. Jadi kegiatanku selama 2 minggu itu, pagi kami follow up pasien. Agak siang menunggu visit. Turun untuk mendampingi Sectio Saecaria. Jaga dan bagging serta konsul apabila ada pasien gawat atau pengawasan.

2 hari pertama aku agak susah mencari waktu makan. Sudah katering pagi-siang-sore sih, tapi kadang kelewat karena jadwal turun mendampingi SC. Capek kaki, keringat super deras keluar apalagi kalau sedang berada di ruang berisi banyak inkubator, berlama-lama di sana untuk bagging. 2 hari itu sama sekali tidak makan asupan gula tambahan selain dari karbohidrat.

Hampir di seluruh minggu pertama nafsu makan menguap entah ke mana. Heran. Tapi itu tidak terjadi saat minggu kedua. Kami ber4. Dan pasien dalam kondisi 'tenang' indah dan nikmat sekali. Kami seperti hanya sedang berlibur di NICU. Nafsu makan merangkak naik, bahagia mulai merebak. Dan aku menemukan tambatan hatiku di sana. Bayi-bayi lucu yang aku sayangi.

hari kedua, migrain menyerang, beli pct dan vita di apotek IGD

'kontrakan' kami

si kembar yang selalu bergaya kalau bobo

bagging di hari terakhir, akhirnya plus (meninggal)


Hari ahad kemarin resmi lepas dari belenggu NICU, ada rasa sayang meninggalkannya, meski ada juga rasa senang kembali ke kehidupan semula. Tapi yang jelas, semua menyenangkan, apalagi bila dibarengi dengan rasa syukur. Indah, sangat!

KOASS ANAK, NICU

Friday, March 23, 2012

Namanya A

Bismillahirrahmanirrahim...

Namanya A, pasienku di bangsal bedah saraf, dulu. Kalau nggak salah masih kelas 3 SD. Waktu itu aku perhatikan wajahnya, matanya juling sebelah, langkahnya tidak normal, tertatih dan terjinjit-jinjit. Diagnosisnya SOL, tumor di otak, tapi aku lupa Dx tepatnya.

Di awal pertemuanku dengannya, ia bolak-balik menangis-merintih, antara kesakitan dan tidak mau dirawat di RS. Gejalanya timbul lumayan cepat, berdasarkan anamnesis yang aku lakukan. Tindakannya yang direncanakan kraniotomi SOL, paska kraniotomi kulihat agak baikan karena perkembangannya bagus. Aku juga follow-up di ICU.

Kemarin hari apa lupa, dia masuk bangsal anak dalam kondisi buruk. Sudah penurunan kesadaran. Awalnya aku belum ngeh kalau itu dia, tapi saat teman-teman sudah mulai mengambu dan RJP aku baru sadar kalau itu dia. Saat aku melakukan RJP di akhir, sudah diputuskan dia pergi. Pergi. Selama beberapa saat kemudian aku mengulangi memori saat aku berkomunikasi dengannya. Pipinya yang gembil, rambutnya lurus, suaranya kecil, manis. Seharusnya ia cantik kalau sudah besar nanti.

Jangan nangis lagi ya. Kataku waktu itu. Esoknya ada boneka Shaun di bed-nya. Sebetulnya aku ingin menjadi sahabatnya, tapi tampaknya ia tak berminat sekalipun untuk tertawa. Meski ia selalu menjawab setiap hal yang kutanyakan.

A, jadilah anak baik di sana.

Tuesday, March 13, 2012

PEDIATRIC

Bismillahirrahmanirrahim...

Setelah Bedah, nyemplung ke anak... yosh.
Minggu pertama ini belum pegang pasien, daan... nanti di minggu 4 dan 5 aku masuk ke NICU, it means 2 minggu di sana, nginep, dengan full kegiatan... dan kami cuma bertiga. Bertugas follow up melati tiap jam, dan followup pagi 2 bangsal. Yang mana, bayi di bangsal ibu-anak rawat gabung itu akan berganti setiap hari.. dan tugas mendampingi SC menjadi kewajiban kami, baik elektif maupun cito.

Ya Allah, bila nanti setelah masuk melati hamba kurus, hamba akan menerima dengan lapang dada. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesehatan selama stase ini (dan stase2 selanjutnya). Allah maha pengabul doa. Aamiin.

Wednesday, February 29, 2012

Meng-GEJE


Bismillahirrahmanirrahim...

Minggu GEJE adalah saat ujian ditunda 2 minggu. Jadi hari ini saya ng-IBS lagi. Hiyah, dan di tengah 2 saya lemes jadi ngungsi di ruang ganti. Pose geje ini disponsori oleh Instalasi Bedah Sentral.

::bedah::

Thursday, February 23, 2012

Pegal

Bismillahirrahmanirrahim...

Hari ini. Tema: PEGAL. Sekian

Wednesday, February 22, 2012

Koass Urologi


Bismillahirrahmanirrahim...

Udah hampir seminggu ini lagi tugas di bedah urologi. Well, dengan dokter yang hanya 1 dan pekerjaan yang bejibun, namun tertolong karena koass-nya lumayan banyak dan pasien yang nggak ikutan bejibun.

Pagi kami folup, nunggu visit, hari selain Rabu dan Jumat tugas kami setelah itu adalah ng-IBS. Lalu pada Rabu dan Jumat, kami ada di Poliklinik Bedah Uro.


Kebanyakan pasien kami adalah PRIA. Kebanyakan dari mereka adalah penderita Batu Saluran Kemih mm, sebetulnya bervariasi sih, cuma yang sering nemu ini nih. Jadi mikir ulang tentang kebiasaan minum teh dan kopi-ku, hehe...

Tentang IBS: selalu menyisakan bau betadin, dan aku nggak suka pake masker... LET'S BREAAATTHHH :D

Saturday, February 18, 2012

Tensimeter baruu :D

Bismillahirrahmanirrahim...

Waktu lagi kebagian bedah ortopedi kemaren, pas lagi meriksa pasien, lah dalah tensi-ku rusaaak. Ga bisa dipompa lagi. Secepat kilat kuganti pake minjem temen, sejak saat itu selama 1 minggu selanjutnya aku jadi tukang pinjem alkes. Hahaha.

Akhirnya kemaren aku ke toko alat kesehatan, mo beli yang termurah, ternyata GEA, sama kayak punyaku sebelumnya, it means ada besi yang buat nyantolin, sangat ngga praktis. Eh ternyata si Om bisa benerin barang2 rusak gitu, hari ini aku bawa tensi-ku ke sana, tapi ternyata yang bocor jarumnya :( nggak jadi deh bayar murah, akhirnya aku beli One med, 85 ribu. Mungkin kalo beli di jakarta atau jogja lebih murah, tapi namanya juga butuh, masa ngerepotin orang mulu... Ya nggaaa?


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...