Wednesday, November 9, 2011

Psychiatrist


Bismillahirrahmanirrahim...

Heyho! Sudah 3 hari ini aku pindah stase, yaitu: Jiwa! Aku akan mendalami ilmu jiwa selama 4 minggu. Sebelum jadi momok, aku harus mengungkapkan rasa cintaku pada ilmu ini. Waktu SMP, aku menuliskan cita-citaku adalah: psikolog dan fotografer, meskipun saat itu aku sudah tahu kalau aku suka menulis >> bukannya milih jadi seorang penulis.

Soal cita-cita aku memang berubah-ubah dan nggak ada yang benar-benar jadi tujuanku. Aku pernah pengen jadi arsitek karena aku suka gambar, tapi aku sadar diri eksak-ku ga bagus. Tapi sekarang aku terdampar di sini, dan aku pengen punya suatu tujuan.

Beberapa pilihan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) sudah pernah mampir di kepala, tapi masih mempertimbangkan kekurangan diri dan minat. Dan sekarang ada 1 pilihan bercokol di kepala. Bagaimana kalau jadi psikiater? Bukannya sejak dulu aku suka akan hal ini?

Seseorang harus punya mimpi. Harus. Gantungkan mimpi setinggi langit, walaupun nanti terpeleset, kau masih bisa menggapai bintang. Salah satu cara mencintai bidang ilmu ini, saya yakin.


Friday, November 4, 2011

Bye Anestesi

Bismillahirrahmanirrahim....

1 hari lagi saja, dan ini berakhir. Seperti biasa, 1 bulan itu tak lama. Meski aku berharap segera berakhir hari-hari melelahkan itu, ternyata semakin dinikmati semakin menyenangkan.

Saat sudah hampir terpuruk dan ingin istirahat, maka pikiranku berkutat pada: bayangkan orang itu keluargamu, pasti ingin segera diselamatkan kan? Cepat, cepat, cepat! Kalau sedang jaga, dan ada konsulan operasi gawat darurat, maka memeriksa, mengonsulkan, menyiapkan operasi harus tau waktu. Kalau ada beberapa konsulan cito/gawat darurat, itu baru deh.. bingung.

Karena sering jaga, dan kalaupun nggak jaga pulangnya sore, waktu luang paling buat tidur dan ngerjain tugas. Baca buku di luar anestesi susah banget dilakuin. Hal paling menyenangkan adalah berinteraksi dengan pasien, biasanya pasien yang keadaannya nggak parah. Kalau disambut baik, bahagia deh. Kalau cuma anestesi regional, kadang ngajak ngobrol, atau ngangetin badannya kalau kedinginan, mijetin kalo pegel. Kalo mikirnya enteng, enak juga sih. Sedihnya kalau pasien yang setelah dioperasi, masuk ICU tapi keluarnya bukan ke bangsal melainkan ke IPJ.

Apalagi konsulennya baik-baik, banyak pelajaran hidup juga. Subhanallah, alhamdulillah....


bye anestesi....
thank you for all

Tuesday, November 1, 2011

Last week on Anestesi

Bismillahirrahmanirrahim...

Wah, udah minggu terakhir aja *inget tugas belom selese*. Maaf ya nggak pernah cerita tentang stase ini, selain isinya memang cuma operasi2, pulang sore terus, sudah capek dan malemnya bikin ppt buat morning report. Apalagi kalo pas lagi dan habis jaga, beuh mana sempat. Tapi udah mulai terbiasa sih. Jaga itu menyenangkan, kalau nggak full konsulan dan full operasi. Dan kalau laporan jaga sukses, hehe.

Hari ini jadwalku operasi di Instalasi Bedah Sentral. Bedah urologi. Biasanya maksimal jam 2 sudah selesai, tapi pasien terakhir alih operasi ke bedah umum, jadi moooloorrr.

Dari pasien pertama, kakek2 BPH dengan tindakan TURP. Pasiennya tensi naik turun, pas tinggi tuh tinggi banget, bisa sampe 180. Masih ngerasa mual padahal udah masuk ondansentron. Akhirnya TURP distop, khawatir terjadi TURP syndrome. Pasien masuk HCU.

Pasien kedua, vesicolithiasis, sectio ALTA. Batunya subhanallah, guedeee.... ckck. Ada batu segede itu di kandung kemih, nahlo.

Pasien terakhir, niatnya cuma drainase abses, ternyata malah ada masalah di saluran pencernaannya. Akhirnya alih operasi, jam 2 lebih, dioper ke bedah umum. Main sampai jam 5. Alhamdulillah akunya masih tahan padahal belom makan siang, hahaha, persediaan kalori cukup! Setelah itu, masukkan pasien ke ICU.

Lanjut follow up. Hujan makin deras, deras, deras. Niatnya mo minta jemput trus motor ditinggal, tapi akhirnya pulang sendiri dah, berhujan2 ria. Yahuy.

Saturday, October 15, 2011

1 week on anestesi

Bismillahirrahmanirrahim...

Nggak kerasa sudah 1 minggu. Jadi rute kami adalah ada jadwal IBS (Instalasi Bedah Sentral) dan ada Jaga. Masing-masing punya tugas sendiri. Jadi kalau lagi nggak kebagian jaga ya nongkrong di IBS, di mana IBS itu punya jam kerja 5 hari seminggu.

Jaga IBS adalah, kamu harus follow up pasien 1 hari sebelum besoknya dioperasi, laporkan ke konsulen dan residen, koreksi yang butuh dikoreksi. Jawab konsulan itu, dan besoknya kamu harus 'main' di operasi pasien yang bersangkutan. Lumayan sih asyiknya. Sejauh ini baru ikut 2 operasi bedah umum dan 1 operasi bedah urologi.

Jaga, adalah jaga CITO. Ada 1 telepon wireless yang akan nangkring di ruang koass, yang bakal berdering kalau ada konsulan cito dari berbagai bangsal di seluruh pelosok Rumah Sakit. Yang nantinya harus kita follow up pasiennya, laporkan ke konsulen dan residen, lalu kita 'main'kan di OK (Kamar Operasi) IGD.

Setelah jawaban konsulan di ACC, ASA berapanya, kita hubungi OK untuk siapkan ruang, alat, dan para penata (anestesi maupun bedah) terus ambil paket anestesi di farmasi, ganti baju steril, dan siapkan obat dan pasien.

Jaga pertama itu sesuatu banget. Baru, dan terus-menerus. Hampir nggak bisa tidur, meski kadang curi-curi kesempatan buat ngeliyep. Alhasil besoknya usai jaga, jadi putri tidur mendadak.

Selesai jaga, buat laporan jaga buat Morning Report, begitu juga untuk yang akan masuk IBS, laporan juga.

::ANESTesi::

Monday, October 10, 2011

Anestesi, Day I

Bismillahirrahmanirrahim...

Follow up pasien ternyata makan waktu, padahal cuma 1 orang, heheeh.

:anestesi:

Saturday, October 8, 2011

Visum Jam 3 Pagi

Bismillahirrahmanirrahim...

Kamar jaga koass di IGD penuh! Aku dan temenku jaga ngesot2 ke bedah minor, trus pindah ke IGD dalam. Tidur sambil duduk di dekat telpon. 1 jam berlalu, KRRRIIIINGGGG. Hahhh! Langsung kudekatkan horn ke telinga.

"IGD Margono."
"Perawatnya ya?"
"Bukan, koassnya."
"Koass forensik ada?" DEGG
"Ya saya Pak."
"Ada mayat kiriman polisi, mau divisum dokter ga?"

Berhubung belum pernah dapet kasus yang datang sudah plus, aku ngehubungin chief, tapi gagaal. Akhirnya penjaga IPJ nelpon lagi, aku bilang aku ke belakang.

Pagi buta emang dingin banget. Kami mutusin naik motor ke belakang. Ternyata di bedah minor ada pasien juga, kejadiannya barengan, cuma yang satu meninggal.

Seperti biasa, kami ke IPJ, foto-foto dokumentasi untuk kepentingan visum. Selesai. Bau anyir darah menyengat. Masih muda. Besoknya temen-temennya datang, ternyata masih SMA. Pagi buta, anak SMA dari kota sebelah ditemukan kecelakaan tunggal di daerah 'atas', apa yang terjadi? Bukan urusanku *smiles*

And it's the last case on my forensic stage. what a nice memory. forensic, i'm in love.
.:forensik:.

Tenggelam (?)

Bismillahirrahmanirrahim...

Malam sabtu kemarin, jadwalku jaga. Waktu masih asyik ngerjain visum di kafe kantin sambil ngenet, temenku dapet BBM dari koass bedah di IGD, katanya IPJ nelpon, mau ada otopsi. Hyaaak.

"Mungkin kamu dikerjain, kamu kan ulangtahun. Nelpon aja deh ke IPJ." Kami akhirnya ke kantin samping, minjem telpon buat nelpon IPJ. Hyah, beneran deh ternyataa. Akhirnya kami naroh laptop di IGD, trus meluncur ke bagian terbelakang dari RS. Nggak lama, dr. Sp. KF kami sudah datang, karena nunggu surat otopsi, kami nunggu temen-temen ngumpul semua di ruang koass. Jenazah belum diturunin dari ambulan.

"Jenazah udah turun." Kata temenku, dia datang dari luar, pintu dibuka. Baunya langsung deh, kayak bau septik tank. Itu sekitar jam 12 malam. Kami segera siap-siap peralatan tempur. Rupanya keluarga (lagi-lagi) ngga menghendaki kami melakukan visum dalam (yang berarti harus mengubek-ubek isi jenazah). Beruntung juga sih, karena kami nggak akan lebih lama menghirup H2S dari tubuhnya. Perut dan dada mulai menggembung.

"Paling gampang buang mayat ke sungai." Kata dr kami.

Karena nggak dilakuin visum dalam, kami cuma visum luar. Ada tanda bekas gigi di bibir bagian atas. Tapi kami belajar tanda-tanda tenggelam juga, alhamdulillah. Ada washer woman hand, beberapa bagian juga mulai membusuk. Kalau perut kembungnya ditekan, maka bau gas pembusukan tercium dari mulutnya.

"Nah, yang belum kita dapet tuh luka tusuk!" Kata salah satu temenku yang 'berdoa' dapet korban tenggelam, nggak di aamiin-i sama temen-temen sekelompok. Hahah. Padahal, sebenernya aku yang sempat berharap dapat korban dengan belatung. *smiles*

.:FORENSIK:.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...