Wednesday, September 22, 2010

Wisuda, Finally


Bismillahirrahmanirrahim...

Dimulai pagi tadi, jam 4, aku mandi, shalat, makan, ke salon. Sebel banget lah, harus ke salon segala :( aku nggak suka... tapi gimana dong, dandan sendiri ga bisa...

Aku urutan terakhir, begitu selesai, udah jam 6.30, pulang dulu, pepsi, trus cabut ke gedung Soemardjito. Udah ramean. Cuma bawa hape, ama kipas, udahan. Aku maluu ngeliatin orang-orang :( Udah masuk, pas masuk 2 kali aku senyumin tukang poto, hahaha. Mayan. Nah, udah ke dalem da tuh, ternyata masi nunggu juga. Jam 8 baru mule.

Berdiri, duduk, berdiri, duduk, tape dah. Akhirnya setelah sekian lama, giliranku tiba juga. Jejeng... Oiye, berhubung aku males salaman sama rektor, aku pake sarung tangan. Baru beli kemaren sore abis gladi bersih, whaaaa... jeleeekk, hiks, diejekin kayak mo maen drumband, haha. Pramukaan kalee.. Iyalah, gede banget, mana bolong tiba-tiba lagi, ga mutu, hehe.

Udah, akhirnya sekitar jam 12 siang kurang, selesai. Mo keluar dari gedung aja, padat merayap. Udah ga mikirin mo poto ama anak-anak lagi, pengen buru2 pulang, pengen pepsi. Ama ga betah pake make up. Tapi eh tapi, parkirnya tuh di lapangan bagian dalem, ya sutralah, nunggu orang-orang pada keluar dulu. Hiiiikks.

Poto dulu di studio, skali-kaliii... Udah, pulang, eh ujan deres buanget. Yakk.. selesai. Pulang, masih poto2 mumpung masih dandan. Udah gitu, langsung bersihin mukaaa... Shalat, bubuk! Nguantuuukknyaa...

Tuesday, September 21, 2010

gladi bersih wisuda

Bismillahirrahmanirrahim...

Sore tadi gladi bersih. Buset. Gladi bersih yang isinya berdiri-duduk dan pri memori aja capek gitu, gimana besoookkk? Hiks, aku ga terlalu suka prosedural beginian. Protokoler. Huu.. doakan besok aku nggak salah jalan :P

Monday, September 6, 2010

Sempurna

Bismillahirrahmanirrahim...

Hari apa waktu itu, aku lupa. Kunaiki motorku seperti biasa, berangkat ke kampus.

Saat kulihat seorang kakek becak sedang menaikkan sekardus besar jeruk yang dipanggulnya, susah payah. Aku merasakannya, di low back -ku... rasa nyeri. Kuduga aku akan langsung merasakan rasa nyeri di punggung bawahku, bila aku melakukan sepertinya.

Lalu seorang buta yang berjalan, mendahulukan tongkatnya sebagai pengganti mata. Meski kadang mataku bermasalah, pegal dan menjadi pemicu migrain. Tapi aku masih menikmati banyak warna-warni dunia, ciptaan-Nya. Sungguh, trenyuh.

Ketika motor kembali kunaiki pulang. Sebuah ambulans menutup jalanku. Aku melihatnya, di depan ruang hemodialisis, di atas brankar. Kesakitan, dan keluar buih kotor dari mulutnya. Aku mengingat-Nya lagi.

Ketika mata masih bisa melihat. Tangan masih bisa meraba. Kaki masih bisa berjalan. Jantung masih bisa berdenyut. Yang harus kau lakukan adalah, membantu mereka yang tidak seberuntung itu kukira. Siapapun kita, meski bukan dokter sekalipun...

Monday, August 30, 2010

Lulusan Baru

Bismillahirrahmanirrahim...

Lulus telat? I mean, masih ada yang lebih dahulu dibanding kita? Hmm... kesenjangan sosial, hehe.

Tenang, aku pernah merasakannya, dan itu wajar sekali. Waktu temen-temen udah pada yudisium, terus wisuda, kalau nggak terlalu dipikirin mungkin biasa aja. Tadinya aku juga nggak terlalu mikir, karena semua pasti akan indah pada waktunya. Tapi saat mereka mulai mengaplod foto dan menulis status, kadang ada rasa iri terselip. Iri dalam kebaikan kupikir nggak masalah :D

Kalau di facebook, it's okay. Semua orang melakukannya, nggak akan ada yang terlalu mikir, loh, si itu belum lulus? Di blog, kadang juga demikian. Saat hanya segelintir teman yang posting, dan yang mengomentari adalah orang luar... Hmm, nyeri rasanya, ceilaaahh. Iya, keliatan banget kalo telat kaaan? Hehehe...

Tapi itu semua bisa teratasi. Hari wisuda, aku off ngenet. Besoknya aku mulai melihat2 foto2 keren mereka. Dan hatiku sudah biasa saja, karena akan ada gilirannya kan? Hanya masalah waktu. Lagipula aku menuai kesalahanku sendiri. Dan, di akhir aku malah bersyukur sekali, waktunya sangat tepat. Belajar lagi dulu, mulai dari awal :D

Itu jadi pelajaran yang berarti buatku. Aku paham perasaan mereka yang belum bisa ikut yudisium periode ini, ketika terbentur skripsi, ketika terbentur masalah pribadi, dan banyak hal yang kadang bukan berarti dia bodoh atau malas. Jadi aku insyaAllah nggak ingin melukai meski hanya sedikit hati mereka. Well, mungkin bukan melukai, tapi apapun itu. Sebut-sebut saja semua tentang yudisium di blog ini, tapi tidak di tempat lain.

Foto facebook ku set hanya untukku, terutama tag2, yang kemungkinan ada fotoku di sana. Tidak perlu banyak orang tahu, karena semua orang pasti mengalami. Apalagi nggak ada yang dibanggakan dariku :P. Begitulah... Ini hanya sudut pandang orang sepertiku, kalau ada kesalahan, sepenuhnya dariku. Hehehe.

Btw, judulnya ga pas amat yak? Whatever laaahh :D

Yudisium

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah hari ini sudah dilaksanakan yudisium. Aku ada di antara 28 S.ked dan di antara banyak Sarjana kesehatan lainnya.

Bangun kesiangan, ga tau nih, nguantuukk banget. Mepet, sampe ke lokasi jam 9 pagi. Hawhawhaw. Langsung aja, nunggu semua kursi terisi, gladi bersih sebentar, dan menjemput surat kelulusan *khusus kedokteran, surat kelulusan ada di luar, payah, hwhw*

Abis itu, langsung daftar wisuda online, ngeprint, minta tanda tangan ke dekanat, cabut ke Bank buat bayar wisuda. Trus taro map syarat wisuda di pendaftaran wisuda. Ngebut ke Millenium buat nyetak foto temen, kutinggal dianya, aku balik lagi ke administrasi pusat. Nunggu, panas, berdiri, MasyaAllah, ujian juga. Abis selesai, langsung cabut lagi ke Millenium, belum selese nyetak foto 3x3! Oke, nunggu, si temen udah mbrambang aja matanya, dia kan mau mudik ke rumahnya yang jauh di sana. Akhirnya selesai, ngebut lagi ke administrasi, sepatu sampek mau copotttt... Ngasooo, sambil nunggu si temen daftar wisuda. Alhamdulillah kelar. Aku capek, capek.

Aku nganter si temen ke kampus lagi, trus pulang ke rumah. Seliweran kayak setrika deh, bau matahari. Semoga lancar ga ada yang kurang. :D Eh, pas mau belok di depan GOR, motorku diseruduk ama anak cowok yang lagi meleng ngobrol ama temennya di seberang, langsung kabur! Aku liatin terus. Saking capenya ga kepikiran buat ngejar... Biarlah, Allah yang membalas. Tebeng knalpot pecah :(

Berhubung aku males bawa-bawa camera, jadi aku ga punya poto :D

Saturday, August 14, 2010

Seminar Hasil

Bismillahirrahmanirrahim...

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al Baqarah:286)

Benar, benar, benar. Minggu terakhir seminar sebelum pendaftaran yudisium adalah minggu kemarin. Karena minggu sebelumnya pembimbing baru pulang dari LN, maka aku baru berani ngurus surat undangan minggu-minggu itu. Jalurnya, adalah. Kamu minta surat undangan ke komisi dengan tanda tangan pembimbing 1 dan ketua tim komisi, baru abis itu dikasih surat undangan. Surat undangan itu harus minta tandatangan ketua tim komisi juga, baru setelah itu dikopi 4 dan disebar ke pembimbing 1 dan 2, penguji, dan wakil tim komisi.

Bahkan nyari ttd ketua tim komisi begitu ribet karena harus diwakilkan, dan diwakilkan lagi berhubung beliau sedang pergi. Menyatukan jadwal antara masing-masing dosen cukup ribet, apalagi kalau Sp. yang jam terbangnya padat. Operasi dadakan? Hal biasa.

Hal paling penting menentukan jadwal adalah, kamu tahu, sang dosen lebih suka di sms, ditelpon, atau ditemui langsung *tanyakan dari awal konsul*. Terus, sms-lah dengan tulisan yang sopan, jangan kayak sms temen sendirii, itu kan dosen kitaaa! Telpon juga sama, ada adabnya. Oke?

Ini kebiasaanku, yang aku kasih tau ke temen2 yang tanya ke aku gimana cara sms atau telponnya: Salam. Mohon maaf mengganggu. Sebutkan nama. Kepentinganmu apa. Terimakasih.
Begitulah, daan, jangan lupa harus sering konfirmasi jadwal, karena ada yang terlalu sibuk sehingga sering ada kegiatan mendadak, ada juga yang pelupa. Konfirmasi 1 hari sebelum seminar, pagi sebelum seminar.

Waktu seminar hasil kemarin, jadwal pertama adalah H-1 sebelum puasa, tapi mendadak ada acara tuh pengujiku, akhirnya jadwal ulang, H 1 puasa! Whahaha. Untung belom pesen makan siaaang. Acaraku jam 8 pagi! Di hari I puasa!!! Aku pesen kue lebaran 22 wadah buat peserta seminar, biasanya kalo gak 25 ya 30, soalnya ini kan hari libur, dikit doang yang dateng paling, apalagi puasa hari I! Aku yakiiiin, pasti dikit doang yang dateng.

Beneran! Gak cuma dikit, dikit banget. Jam 8 lewat belum ada beberapa gelintir, padahal minimal 10 orang. Akhirnya bergerilya, pada masih tiduuur euy! Alhamdulillah cukup, 10 orang lebih. Eh, nunggu pengujinya doong, jam 8 lewat banyak baru datang, alhamdulillah. Langsung aja.

Problem, problem, kerongkongan kering, puasa. Hehehe. Alhamdulillah semua lancar sampai akhir. Revisi cuma sedikit dan nggak mutlak. Dosenku baik-baik semuuuuaaaaa...HIKSSS... Allah mengirimkan mereka untukku :D

Pra Yudisium

Bismillahirrahmanirrahim...

Tadinya, cuma beberapa fakultas yang pake yudisium-an segala, tapi sekarang sepertinya udah semua. Bahkan FE yudisium tiap hari sabtu *aku ngiri*.

Di FK-ku? Bagaimana yudisium itu? Ia diadakan sekitar sebulan sebelum wisuda, tapi bisa juga diadakan di antara 2 wisuda. Pendaftaran terakhir biasanya 1 bulan sebelum wisuda. Dan untuk kampus seperti kampusku, rajin-rajinlah melirik *eh, jangan cuma ngelirik ding* papan pengumuman di manapun, bisa jadi tiba-tiba 1 minggu lagi adalah batas akhir pendaftaran yudis, terkadang semua serba mendadak, *don't like it*.

Syarat yudis banyak sekaliii. Intinya, sudah lulus semua blok, sudah seminar hasil skripsi *jadi semua SKS sudah terpenuhi*, sudah bebas skripsi *alias hardcover dan softcopy-nya sudah beredar di pembimbing, penguji, perpus pusat, dan perpus FK*, bayar sumbangan perpus, bebas perpus, bebas ASOMA dan SPP, bayar yudis, bebas lab *ini yang paling repot*, foto, dll.

Paling ribet kalau harus cari tanda-tangan, terutama dokter spesialis, untuk itu, nitip adalah salah satu cara jitu. Haha. Biar kebagi semua loh, ada yang ke mana, ke mana, ke mana. Bolpen! Sangat penting, jangan menghilangkan bolpen anda, karena banyak nulis juga.

Foto pake jas, baju putih, dasi hitam, punya yang warna dan BW lebih baik, semua ukuran lebih mantab. Kayak aku nih, karena satu-satunya foto berjas adalah foto SMA, yang mana klise-nya *jaman dulu bo* entah di mana, maka memutuskan untuk foto lagi. Yang murah aja, yang deket rumah, jas buluk gapapa deh.. :P

Hardcover skripsi. Penting nih, kalo di tempatku, bikin 7. Daan, aku baru ngerti kemaren kalo sekarang fotokopian canggih banget. Ahh, kemana saja aku ini? Hikks. Jadi, ngopi 7 bendel skripsi cuma 10-15 menit kayaknya. Aku pake jilid kilat, tinta timbul. Aku taro jam 5 hari sabtu, minggu jam 8 malem jadi, soalnya minggu buka siang. Biaya sekitar 250 rb kurang. Kukasih ancer2 yah, kali aja ada adek kelas yang baca: tadinya aku mau ke Jogja Production, di jalan JendSoed, cuman dia minggu tutup, dan selasa hari libur, aku taro sabtu, baru jadi rabu, langkah cepat, pindah! SUKSES, tempatnya kecil, di jalan kampus, kalo dari arah Unpus, kanan jalan. Ya itu, yang aku ceritain, bisa kilat, lumayan buat yang dadakan atau yang pengen cepet like me.

Gitu sih kayaknya, kalau ada tambahan, nanti diupdate lagi deh.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...