Bismillahirrahmanirrahim....
Senin 24 Juni pagi, kami para calon wisudawan/wati yang keesokan harinya akan di-wisuda di-lepas dulu. Prosesinya mirip dengan wisuda, hanya ini khusus fakultas kami saja.
Wednesday, June 26, 2013
Tuesday, June 25, 2013
Wisuda Kedua
Bismillahirrahmanirrahim...
Berawal dari ba'da subuh. Make Up Artist kali ini adalah temen SMP-ku yang belajar dandan secara otodidak. Aku merelakan mukaku untuk dipermak, hihi. Males banget ke salon. Jujur, wisuda kali ini nggak seheboh yang pertama. Ya setelah tahu wisuda gitu-gitu doang. Kebaya yang dipake juga kebaya belom jadi bener, hehe. Yang penting ga keliatan kaya orang bangun tidur deh.
Aku termasuk orang yang manut peraturan. Jadi setengah 7 harus sudah di sana ya aku berusaha ada di sana. Karena takut nggak boleh masuk. Padahal kenyataannya, sampe rektor dateng juga masih ada yang baru masuk -_-''
Nah. Kehebohan pagi dikarenakan MUA dateng lebih dari jam 5, haha. Itu berarti, cuma 1 jam waktu buat dia permak muka dan kerudung. Ditambah perut mules. Cukup heboh deh, tapi untungnya nggak ada yang ketinggalan.
Dengan kecepatan super, setengah 7 lebih sedikit aku-bapak-ibu sudah siap di mobil. Terima kasih banyak buat my sweety MUA, mimom Deas :D Berjuang keras supaya bisa tepat waktu. Kerudungnya aku suka :D
Cerita Lensa
Selain itu ini pertama kalinya pake lensa kontak lama. Sebenernya baru pernah beli lensa kontak :D Kemaren beli yang murah, diameter besar, pikirku cuma dipake beberapa kali doang. Soalnya udah nyoba ga pake kacamata lama, selain sakit kepala, burem. Akhirnya beli yang minus 1,25. Karena murah, pas dipake iritasi, merah, dan ngeganjel.
Kata temen yang udah ahli, emang yang diameter besar, dan murah suka begitu. Kandungan airnya lebih dikit dan kurang lentur. Akhirnya daripada sakit, cari yang lebih enak. X2 glow brown, beda 20 ribuan, diameter kecil. Enak banget ternyata, walaupun nggak seterang pake kacamata karena minusnya lebih kecil dan tanpa silinder. Mayan lah, sesekali. Dipake dan dilepasnya juga lebih mudah.
Sampai
di Gedung Auditorium UNSOED Graha Widyatama, pertama kali wisuda di
sini. Lebih luas, alhamdulillah. Dan ngantrinya ternyata lama -_-''
Tepat waktu itu kadang begini jadinya. Setelah masuk ke gedung, prosesi
demi prosesi dilakukan. Biasa lah ya, hampir sama kayaknya sama wisuda
di tempat lain.
Yang paling seru tadi waktu PSM Gita Buana Soedirman nyanyi Janger, yang bikin mereka dapet Gold Medal di Nasional. Kira-kira seperti ini lah..
Cerita Bunga
Sejak pagi, bakul bunga sudah berjejer rapi. Wisuda pertama dulu, berlalu dengan biasa saja. Selesai wisuda, ke studio foto, pulang. Kali ini, hampir sama. Makanya begitu keluar, "Ih, aku nggak dibeliin bunga." Di saat banyak orangtua, pacar, suami, istri (kali) yang bawa bunga buat wisudawan/wati. Memang sih, kebahagiaan lulusan dokter/S.ked itu bagai belum di ujung. Karena masih banyak prosesi lain yang harus dijalani. Jadi rasanya seperti belum menetas.
"Oh, yaudah ayo beli," kata Ibu.
"Ah ga mau, masa harus diminta dulu."
Liat bunga mawar biru cakep banget. "Aku mau itu ;p."
"Mana ga ada yang jual." Nyari yang jual.
"Yaudah ga usah lah," kataku. Jalan lagi. "Aku beliin balon aja." Tergoda liat balon angry bird.
"Malu bawanya, kamu yang mau bawa?"
Ga mau juga sepanjang jalan nenteng balon.
"Itu ada mawar biru, tapi jelek ga usah." Kataku sambil jalan. Sementara itu Ibu akhirnya beli bunga, seperti di gambar. Bukan yang aku pengen. Tapi biarin deh, hahaha. Makasih bu.
Berawal dari ba'da subuh. Make Up Artist kali ini adalah temen SMP-ku yang belajar dandan secara otodidak. Aku merelakan mukaku untuk dipermak, hihi. Males banget ke salon. Jujur, wisuda kali ini nggak seheboh yang pertama. Ya setelah tahu wisuda gitu-gitu doang. Kebaya yang dipake juga kebaya belom jadi bener, hehe. Yang penting ga keliatan kaya orang bangun tidur deh.
Aku termasuk orang yang manut peraturan. Jadi setengah 7 harus sudah di sana ya aku berusaha ada di sana. Karena takut nggak boleh masuk. Padahal kenyataannya, sampe rektor dateng juga masih ada yang baru masuk -_-''
Nah. Kehebohan pagi dikarenakan MUA dateng lebih dari jam 5, haha. Itu berarti, cuma 1 jam waktu buat dia permak muka dan kerudung. Ditambah perut mules. Cukup heboh deh, tapi untungnya nggak ada yang ketinggalan.
Dengan kecepatan super, setengah 7 lebih sedikit aku-bapak-ibu sudah siap di mobil. Terima kasih banyak buat my sweety MUA, mimom Deas :D Berjuang keras supaya bisa tepat waktu. Kerudungnya aku suka :D
Cerita Lensa
Selain itu ini pertama kalinya pake lensa kontak lama. Sebenernya baru pernah beli lensa kontak :D Kemaren beli yang murah, diameter besar, pikirku cuma dipake beberapa kali doang. Soalnya udah nyoba ga pake kacamata lama, selain sakit kepala, burem. Akhirnya beli yang minus 1,25. Karena murah, pas dipake iritasi, merah, dan ngeganjel.
Kata temen yang udah ahli, emang yang diameter besar, dan murah suka begitu. Kandungan airnya lebih dikit dan kurang lentur. Akhirnya daripada sakit, cari yang lebih enak. X2 glow brown, beda 20 ribuan, diameter kecil. Enak banget ternyata, walaupun nggak seterang pake kacamata karena minusnya lebih kecil dan tanpa silinder. Mayan lah, sesekali. Dipake dan dilepasnya juga lebih mudah.
Yang paling seru tadi waktu PSM Gita Buana Soedirman nyanyi Janger, yang bikin mereka dapet Gold Medal di Nasional. Kira-kira seperti ini lah..
Cerita Bunga
Sejak pagi, bakul bunga sudah berjejer rapi. Wisuda pertama dulu, berlalu dengan biasa saja. Selesai wisuda, ke studio foto, pulang. Kali ini, hampir sama. Makanya begitu keluar, "Ih, aku nggak dibeliin bunga." Di saat banyak orangtua, pacar, suami, istri (kali) yang bawa bunga buat wisudawan/wati. Memang sih, kebahagiaan lulusan dokter/S.ked itu bagai belum di ujung. Karena masih banyak prosesi lain yang harus dijalani. Jadi rasanya seperti belum menetas.
"Oh, yaudah ayo beli," kata Ibu.
"Ah ga mau, masa harus diminta dulu."
Liat bunga mawar biru cakep banget. "Aku mau itu ;p."
"Mana ga ada yang jual." Nyari yang jual.
"Yaudah ga usah lah," kataku. Jalan lagi. "Aku beliin balon aja." Tergoda liat balon angry bird.
"Malu bawanya, kamu yang mau bawa?"
Ga mau juga sepanjang jalan nenteng balon.
"Itu ada mawar biru, tapi jelek ga usah." Kataku sambil jalan. Sementara itu Ibu akhirnya beli bunga, seperti di gambar. Bukan yang aku pengen. Tapi biarin deh, hahaha. Makasih bu.
25 june 2013
Monday, June 17, 2013
PRA Sumpah
Bismillahirrahmanirrahim
Rabu kemarin, kami melakukan sesi fotografi untuk buku sumpah. Ah, pegeeel. Nggak bakat gaya di depan banyak orang, kaku banget, hehe. Ini foto bareng Keluarga Cemara, kelompok belajar di Jakarta :)
Rabu kemarin, kami melakukan sesi fotografi untuk buku sumpah. Ah, pegeeel. Nggak bakat gaya di depan banyak orang, kaku banget, hehe. Ini foto bareng Keluarga Cemara, kelompok belajar di Jakarta :)
Thursday, May 30, 2013
Murni DOA
Bismillahirrahmanirrahim...
Di sunyi malam, aku bersembunyi.. xixi
Sudah lama nggak ngisi blog yang satu ini. Mulai dari Maret sampai Mei awal, aku merantau ke Jakarta. Ngapain? Persiapan UKDI fren. Momok yang satu itu memaksaku untuk berjuang di kota orang di mana belum pernah aku tinggal lama di sana. Nggak begitu menakutkan ternyata, meski selama 1,5 bulan itu aku pulang 2 kali :D
Di sana, aku tinggal di daerah Cempaka Putih supaya dekat kalau mau belajar ke Yarsi. Ikutan les juga di Manggarai, naik taxi ke sana. Hidup di sana lumayan berat, terutama urusan duit. Yah, walaupun sesekali nyicipin juga yang nggak ada di kampung. Yang jelas banyak banget pengalaman yang didapat, juga kenangan berharga yang dicatat.
Kemarin sore, hujan deras. Aku mutusin tidur karena seharian jalan. Menjelang magrib baru kebangun *jangan ditiru yah. Hape yang sedang dicharge aku intip. Hah! Ada apa nih, banyak BBM masuk, missed call, WA, hwaa. Dari sekilas baca, ini soal pengumuman UKDI!
Tahu nggak, sejak isu pengumuman diumumkan sabtu ini, alias 1 juni tidur makin nggak tenang. Berbagai macam mimpi tentang pengumuman menghantui. Ngeliat kondisi waktu ujian, aku ketakutan. Sebelum ujian, tiba-tiba migrain kambuh. Minum paracetamol. Selama ujian, migrain dan aura-nya datang, plus mual. Ya Rabb.... khawatir banget jawabanku nggak fokus sama pertanyaannya. Di sisi yang satu pengen segera selesai, di sisi yang lain waktu yang sedikit itu harus dimanfaatkan. Nggak mudah.
Setelah selesai ujian, cuma bisa diem sambil nenggak parasetamol lagi. Di kos, gelundungan ga jelas berharap migrain hilang. Hari itu hari terakhir di kos. Koper belum dipacking. Setelah minum kopi sisa semalam, alhamdulillah redaan. Aku menghabiskan malam sendiri di busway buat cari pengalaman baru. Besoknya naik kereta pagi *pake ngejar kereta dulu.
Bersambung ke kemarin sore. Jantungku mulai nggak karuan. Rasanya TTH sudah mulai muncul bibitnya. Ini soal UKDI! Baca BBM teratas, 'Fil kita lulus! Alhamdulillah.' Ngebaca itu nggak serta merta senang, teman. Langsung aku buka web NACE yang lemotnya ngalahin jalannya kura-kura peliharaanku. TTH makin mencengkeram. Temenku udah kasih skrisyut, tetep aja. Mataku bolak-balik ngebaca nomor ujian di kartu ujian dan skrinsyut. Ada. Sembari nunggu loading, mandi, shalat, berdoa. Kebuka! Aku pastikan, alhamdulillah benar.
Tapi kurasa itu murni kekuatan DOA. Doa dari bapak, ibu, semua. Begitu selesai balas bbm, dan telpon. Sebelum isya, aku bilang ke bapak. Beberapa hari sebelumnya aku selalu ngadu dan bilang kalo aku cemas, cemas banget. Sebelum ujian, bapak bilang ' yang penting sudah usaha, masalah hasilnya, kalau belum lulus ya dicoba lagi' agak bikin tenang. Bahkan di H-7 ujian, waktu aku bilang pengen pulang, suruh pulang. Big no, till the end dong.Tapi tetep saja ya. Aku bilang ke bapak, 'Pak, pengumumannya udah keluar' kataku, pake wajah super memelas. Langsung terkesiap dan pasang telinga, 'Gimana? Gimana?' Pelan aku bilang, 'Lulus, alhamdulillah.'
Bapak senyum, langsung meluk dan nepuk-nepuk. 'Selamat ya, selamat udah jadi dokter' Air mata nggak kuasa kutahan. Tapi gengsi, jadi sebentar saja aku mellow. 'Pak, bilang sama ibu.' Abis itu bapak bilang ke ibu. Ibu sama senangnya, alhamdulillah. Dibanding euforia, aku harus tetap menjaga sikap tentang kelulusan ini. Nggak bisa ngebayangin bagaimana temen-temen yang belum diberi kesempatan lulus, kadang mereka cuma kurang 1 poin saja. Dan aku bilang tadi, ini murni kekuatan doa. Terima kasih Ya Allah, Engkau memberi hamba kesempatan ini...
Di sunyi malam, aku bersembunyi.. xixi
Sudah lama nggak ngisi blog yang satu ini. Mulai dari Maret sampai Mei awal, aku merantau ke Jakarta. Ngapain? Persiapan UKDI fren. Momok yang satu itu memaksaku untuk berjuang di kota orang di mana belum pernah aku tinggal lama di sana. Nggak begitu menakutkan ternyata, meski selama 1,5 bulan itu aku pulang 2 kali :D
Di sana, aku tinggal di daerah Cempaka Putih supaya dekat kalau mau belajar ke Yarsi. Ikutan les juga di Manggarai, naik taxi ke sana. Hidup di sana lumayan berat, terutama urusan duit. Yah, walaupun sesekali nyicipin juga yang nggak ada di kampung. Yang jelas banyak banget pengalaman yang didapat, juga kenangan berharga yang dicatat.
Kemarin sore, hujan deras. Aku mutusin tidur karena seharian jalan. Menjelang magrib baru kebangun *jangan ditiru yah. Hape yang sedang dicharge aku intip. Hah! Ada apa nih, banyak BBM masuk, missed call, WA, hwaa. Dari sekilas baca, ini soal pengumuman UKDI!
Tahu nggak, sejak isu pengumuman diumumkan sabtu ini, alias 1 juni tidur makin nggak tenang. Berbagai macam mimpi tentang pengumuman menghantui. Ngeliat kondisi waktu ujian, aku ketakutan. Sebelum ujian, tiba-tiba migrain kambuh. Minum paracetamol. Selama ujian, migrain dan aura-nya datang, plus mual. Ya Rabb.... khawatir banget jawabanku nggak fokus sama pertanyaannya. Di sisi yang satu pengen segera selesai, di sisi yang lain waktu yang sedikit itu harus dimanfaatkan. Nggak mudah.
Setelah selesai ujian, cuma bisa diem sambil nenggak parasetamol lagi. Di kos, gelundungan ga jelas berharap migrain hilang. Hari itu hari terakhir di kos. Koper belum dipacking. Setelah minum kopi sisa semalam, alhamdulillah redaan. Aku menghabiskan malam sendiri di busway buat cari pengalaman baru. Besoknya naik kereta pagi *pake ngejar kereta dulu.
Bersambung ke kemarin sore. Jantungku mulai nggak karuan. Rasanya TTH sudah mulai muncul bibitnya. Ini soal UKDI! Baca BBM teratas, 'Fil kita lulus! Alhamdulillah.' Ngebaca itu nggak serta merta senang, teman. Langsung aku buka web NACE yang lemotnya ngalahin jalannya kura-kura peliharaanku. TTH makin mencengkeram. Temenku udah kasih skrisyut, tetep aja. Mataku bolak-balik ngebaca nomor ujian di kartu ujian dan skrinsyut. Ada. Sembari nunggu loading, mandi, shalat, berdoa. Kebuka! Aku pastikan, alhamdulillah benar.
Tapi kurasa itu murni kekuatan DOA. Doa dari bapak, ibu, semua. Begitu selesai balas bbm, dan telpon. Sebelum isya, aku bilang ke bapak. Beberapa hari sebelumnya aku selalu ngadu dan bilang kalo aku cemas, cemas banget. Sebelum ujian, bapak bilang ' yang penting sudah usaha, masalah hasilnya, kalau belum lulus ya dicoba lagi' agak bikin tenang. Bahkan di H-7 ujian, waktu aku bilang pengen pulang, suruh pulang. Big no, till the end dong.Tapi tetep saja ya. Aku bilang ke bapak, 'Pak, pengumumannya udah keluar' kataku, pake wajah super memelas. Langsung terkesiap dan pasang telinga, 'Gimana? Gimana?' Pelan aku bilang, 'Lulus, alhamdulillah.'
Bapak senyum, langsung meluk dan nepuk-nepuk. 'Selamat ya, selamat udah jadi dokter' Air mata nggak kuasa kutahan. Tapi gengsi, jadi sebentar saja aku mellow. 'Pak, bilang sama ibu.' Abis itu bapak bilang ke ibu. Ibu sama senangnya, alhamdulillah. Dibanding euforia, aku harus tetap menjaga sikap tentang kelulusan ini. Nggak bisa ngebayangin bagaimana temen-temen yang belum diberi kesempatan lulus, kadang mereka cuma kurang 1 poin saja. Dan aku bilang tadi, ini murni kekuatan doa. Terima kasih Ya Allah, Engkau memberi hamba kesempatan ini...
Friday, March 22, 2013
Yudisium Dokter
Bismillahirrahmanirrahim...
Hari ini spesial, setelah molor dari jadwal yang seharusnya dengan berbagai kendala dan stagnan, akhirnya seluruh rapot koas sudah terisi. Alhamdulillah. Namun belum selesai sampai di situ. Perjuangan mendapatkan pembebasan SPP ternyata lebih melelahkan. Dikejar waktu, dan ketidakpastian, selama beberapa hari bolak-balik Dekanat dan Pusat untuk mengurusi ini. Alhamdulillah dimudahkan atas bantuan orang-orang baik juga.
Setelah mengumpulkan syarat di detik terakhir, akhirnya terdaftar sebagai peserta Yudisium Dokter yang diadakan hari ini. Kemarin, sore sepulang dari Dekanat, hari cerah padahal biasanya sudah hujan angin. Hamdallah. Aku yang dipasrahi tugas cari slayer batik buat kembaran segera cus ke Toko Kain Daerah. Emang dasar pecinta ungu, milihlah warna ungu walau terlalu gelap, hehe. Setelah itu ditinggal di tukang jahit pinggir jalan untuk dijahit supaya rapi.
Pagi ini jam 8 pagi sudah berangkat, menunggu anak-anak lain, lalu sama-sama memasangkan batik untuk disematkan. Alhamdulillah lancar. Segera setelah ini tinggal menapakkan kaki ke Jakarta untuk persiapan UKDI, semoga Allah melancarkan, aamiin.
Hari ini spesial, setelah molor dari jadwal yang seharusnya dengan berbagai kendala dan stagnan, akhirnya seluruh rapot koas sudah terisi. Alhamdulillah. Namun belum selesai sampai di situ. Perjuangan mendapatkan pembebasan SPP ternyata lebih melelahkan. Dikejar waktu, dan ketidakpastian, selama beberapa hari bolak-balik Dekanat dan Pusat untuk mengurusi ini. Alhamdulillah dimudahkan atas bantuan orang-orang baik juga.
Setelah mengumpulkan syarat di detik terakhir, akhirnya terdaftar sebagai peserta Yudisium Dokter yang diadakan hari ini. Kemarin, sore sepulang dari Dekanat, hari cerah padahal biasanya sudah hujan angin. Hamdallah. Aku yang dipasrahi tugas cari slayer batik buat kembaran segera cus ke Toko Kain Daerah. Emang dasar pecinta ungu, milihlah warna ungu walau terlalu gelap, hehe. Setelah itu ditinggal di tukang jahit pinggir jalan untuk dijahit supaya rapi.
| SK |
Friday, February 1, 2013
Kuliner RS - 2
Bismillahirrahmanirrahim
Yey.. inilah season kedua, kuliner RS. Kali ini aku akan bahas kuliner yang biasanya dipesen atau dimakan pas jaga. Dan juga yang ketinggalan dari postingan sebelumnya, hohoho. Tapi nggak semuanya sering kumakan sih, ada yang cuma sekali doang.
Yey.. inilah season kedua, kuliner RS. Kali ini aku akan bahas kuliner yang biasanya dipesen atau dimakan pas jaga. Dan juga yang ketinggalan dari postingan sebelumnya, hohoho. Tapi nggak semuanya sering kumakan sih, ada yang cuma sekali doang.
- Nasi goreng Pager. Sedia nasgor, capcay kering, capcay kuah. ENAK. Menurutku sih, yang seleranya pinggir jalan :D Ni nasi goreng letaknya persis di samping pager RS, jadi kami kalo malem-malem laper, jalan dulu buat beli ni nasgor. Kursinya ada yang di dalam RS ada yang di luar RS. Seru deh malem-malem. Selain di sini, ada juga nasgor taman, aku lupa udah pernah makan atau belum.
- Sate bu jutek. Entah deh, katanya si karena bu penjualnya jarang senyum. Sate ini sate madura, biasanya aku beli abis selese jaga siang, trus malem jam 10 masih buka aku beli deehh. Di sebelahnya juga ada sate, rasanya lumayan juga. Kadang kesitu juga, tapi ini lebih populer di kalangan koas. Gerobaknya aja udah penuh ttd dan komen dari koas entah berapa turunan. Udah gitu ada bubur kacang ijo juga, enak banget anget-anget. Kangeeeeennnn.
- Ayam goreng taman. Sekali doang kayaknya, tinggal telpon aja sihhhh. Rasanya ya kayak ayam.
- Nasiku. Delivery order. Murah, cuma 10 ribu bisa dapet lauk seafood, enak. Aku cuma sekali pesen, lainnya minta sesuap-sesuap sama temen yang doyan banget hahaaha.
- Nasi kepel. Nasi dibungkus daun pisang, pake lauk ayam, sambel. Mayaan, tapi lama datengnyaaa.
- Nasi padang. Ini mah ga buat temen jaga sih, cuma kadang kalo pengen nasi padang belinya di depan RS. Enak, 7000 udah dapet nasi sayur sambel, sama ikan kembung.
- Bakso kali. Bakso di jembatan sungai depan RS. Enaaak. Sering nih ke sini.
- Bu pecel. Lagi-lagi aku gatau namanya. Tapi ibu-ibu ini bawanya rames sama gado-gado, enaaaak banget! Dan aku makan ini tuh kalo kebeneran ketemu aja, ga punya jadwal tetap!
- PAB = Pondok Ayam Bakar, ada 2, yang satu punya pak Yanto, yang satu bu Yanti, menunya mirip tapi rasanya beda. Cocok dimakan di segala suasana :D Suka mi bihunnya, trus ayam stres-nya lumayan.
Tuesday, January 29, 2013
Kuliner RS - 1
Bismillahirrahmanirrahim...
Tadi tiba-tiba keinget tentang makanan apa saja yang biasa di makan sepanjang koass di RSMS. Cekidot guys, aku sih nggak terlalu paham apa aja, tapi ini yang biasanya aku makan baik saat siang maupun malam (jaga).
RS punya 1 cafe, 1 kantin, 3 kantin + minimarket yang tersebar di beberapa penjuru, jangan lupa pedagang keliling yang sudah dikenal. Jadi tergantung kita sedang bertugas di mana, maka kami memilih tempat terdekat, atau bisa saja tempat favorit. Masing-masing punya kekhasan sendiri-sendiri, meski ada beberapa yang mirip karena dikelola oleh koperasi RS.
Apalagi yah? banyak jugaaaa. Mungkin itu saja di sekitaran RS. Akan dilanjut sesi kedua, di luaran RS.
Tadi tiba-tiba keinget tentang makanan apa saja yang biasa di makan sepanjang koass di RSMS. Cekidot guys, aku sih nggak terlalu paham apa aja, tapi ini yang biasanya aku makan baik saat siang maupun malam (jaga).
RS punya 1 cafe, 1 kantin, 3 kantin + minimarket yang tersebar di beberapa penjuru, jangan lupa pedagang keliling yang sudah dikenal. Jadi tergantung kita sedang bertugas di mana, maka kami memilih tempat terdekat, atau bisa saja tempat favorit. Masing-masing punya kekhasan sendiri-sendiri, meski ada beberapa yang mirip karena dikelola oleh koperasi RS.
- Cafe Kita (CafKit). Letaknya bersebelahan dengan Toko Pelangi. Di bawah lorong pasien letaknya. Terletak paling strategis dekat dengan bangsal-bangsal. Cafe ini tersedia AC (yang kadang tidak terasa), TV, dan wifi (wow). Tersedia bakso, ramesan, gorengan, aneka minuman, dan aneka mie-mie-an. Tapi yang ter-hot adalah Mie Nyemek. Yes, Mi ini terbuat dari mie rebus, dengan campuran saus+kecap+telur+sayuran. Superenak apalagi kalau kelaparan. Shhhh. Teman makannya adalah kerupuk kuning, minuman favorit es teh seharga 2500 yang lebih banyak es-nya ketimbang teh-nya sendiri.
- Toko Pelangi. Toko kecil serbaada. Segala macam kebutuhan pasien, serta jajanan (risol, martabak, dadar gulung, dll) sampai sate, siomay, opor, nasi kuning. Ada di sini. Pilihan anak-anak koas kalau kelaparan tapi tak punya waktu nongkrong di kafe.
- Sejahtera. Terletak di belakang RS. Selama koass kayanya aku nggak pernah ke sana, karena malas terlalu jauh. Tapi anak-anak cowok suka nongkrong di sana. Ada nasgor di sana, dan berbagai menu yang bervariasi. Lumayan juga sebenernya. Dulu waktu kuliah, aku juga sering makan di sana.
- Kantin Jiwa. Karena letaknya di pojok, persis sebelah poli jiwa. Ada waktu-waktu tertentu untuk ke sini, dan beberapa syarat. :D Tapi ini favorit banget, karena pecel dan nasgornya yang zuper enak. Bakso dan soto juga lumayan. Gorengan apalagi, ini super fav, ada mendoan, dage, kemangi goreng, pisang goreng and many more. Cepat habis! Bisa order lewat telpon :D
- Milky, letaknya di depan, dekat pendaftaran, dan ada fotokopiannya. Tergolong baru, dan jarang sekali ke sini kecuali lewat atau mau fotokopi. Di sini menu fav adalah nasi padang-padangan. Alias nasi+sayur+sambal ijo+kadang ada rendang+mendoannya top banget.
- Adalagi yang letaknya di samping IGD (masih atau enggak ya? belum pernah nengok setelah renov IGD baru-baru ini) di sini menunya sama seperti CafKit, tapi ada jadwal antara bakso-soto, begitulah.
- Bu donat. Bukan itu namanya, tapi itu karena donatnya sudah mendunia(RS). Donat misis dan donat tabur gula halus. Murmer. Ada gorengan juga, serta jus-jus-an yang menyegarkan dan dinginnn. Berkeliling di RS! Kami saling mengabari atau bertanya di mana keberadaannya, karena pada jam siang yang sibuk dan tidak bisa kemana-mana, beliaulah yang kami tunggu!
- Bu gesek. Bukan itu juga namanya :D Itu hanya karena menu favoritnya adalah nasi rames lauk gesek (ikan asin). Bu gesek ini menjual beraneka macam jajanan, hanya mampir di bangsal/poli tertentu, dan memangkalkan makanannya di dapur IBS. Aneka rames murah lauk gesek, telor dadar, telor utuh, ada. Jajanan ada. Jus ada. Kopyor! Favorit. Pempek, nasi bakar, macem2 lah!
- Bu jutek (sori) ini karena wajahnya jarang tersenyum. Jualan beraneka jajanan kering dan kadang baju. Bukan favorit sih.
- Kantin kejujuran di bangsal Mawar, Aster. Di mana menjual jajanan dan minuman yang tinggal ambil dan bayar sendiri.
Apalagi yah? banyak jugaaaa. Mungkin itu saja di sekitaran RS. Akan dilanjut sesi kedua, di luaran RS.
Subscribe to:
Posts (Atom)




